Selasa, 7 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Harga Emas

Harga Emas Melambung Lagi, Melejit Rp 20.000 dari Harga Sebelumnya

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di Kota Semarang pada Jumat (13/9) berada di level Rp 1,429 juta/gram

Editor: muslimah
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Seorang karyawan menunjukkan emas batangan Antam di Jakarta, baru-baru ini. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di Kota Semarang pada Jumat (13/9) berada di level Rp 1,429 juta/gram.

Harga itu melambung Rp 20.000 dari hari sebelumnya sebesar Rp 1,409 juta/gram.

Lonjakan harga emas Antam itu seiring dengan kenaikan harga emas spot sebesar 1,4 persen hingga mencapai rekor tertinggi pada hari Kamis (12/9), yang ditutup pada 2.557,90 dolar AS per ons troi.

Baca juga: Harga Elpiji Melon di Pangkalan Naik Jadi Rp 18.000/Tabung

Baca juga: 6.734 Pelamar Berebut 265 Posisi CPNS Pemprov Jateng, 2 Posisi Tanpa Pelamar!

Penguatan harga emas dibantu ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve minggu depan setelah data Amerika Serikat (AS) mengisyaratkan perlambatan ekonomi.

Pada Jumat (13/9), harga emas spot melanjutkan kenaikan dan kembali mencetak rekor tertinggi karena ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.

Hingga pukul 16.15, harga emas spot menguat 0,4 persen menjadi 2.570,07 dolar AS per ons troi.

 Sejalan, harga emas berjangka juga melonjak 0,7 persen menjadi 2.598,1 dolar AS per ons troi.

Penguatan emas juga didorong koreksi dolar AS sebesar 0,4 persen. Alhasil, ini membuat emas batangan lebih menarik bagi pemegang mata uang lain.

Pedagang menaikkan taruhan pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 50 basis poin di minggu depan menjadi 41 persen dari sekitar 28 persen setelah Financial Times dan Wall Street Journal mengatakan bahwa pemangkasan yang lebih besar masih menjadi pilihan.

Sejalan, European Central Bank (EC) kembali memangkas suku bunga pada hari Kamis.

Investor sering beralih ke emas batangan dalam lingkungan suku bunga rendah sebagai asuransi di saat ketidakpastian geopolitik.

"Fakta sederhananya adalah bahwa emas naik karena berada di pasar yang sedang naik. Dalam jangka panjang, tren naik emas jelas didukung oleh kekerasan dan ketegangan geopolitik menjelang pemilihan umum AS," kata Adrian Ash, direktur penelitian di Bullionvault

"Di luar tawaran berkelanjutan untuk emas dari bank sentral pasar berkembang, tindakan saat ini tetap terbatas pada perdagangan spekulatif dalam kontrak derivatif, bukan emas batangan fisik," sambungnya. (idy/Kontan/Reuters)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved