Berita Regional
PSHT Buka Suara soal 10 Oknum Pesilat Keroyok Remaja hingga Tewas di Malang
Sebanyak 10 oknum anggota perguruan silat ditetapkan tersangka oleh kepolisian setelah mengeroyok ASA (17).
"Rata-rata kejadian semacam itu karena minimnya koordinasi, dan cenderung sembunyi-sembunyi," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua PSHT Cabang Malang, Martono versi Ketua Umum Muhammad Taufik, Martono mengatakan bahwa 10 pelaku itu bukan warga binaannya.
Ia menyayangkan atas kejadian itu.
Sebab, pengeroyokan semacam itu bukan ajaran PSHT.
"Apalagi korban yang dikeroyok juga masih pelajar, masih mempunyai masa depan panjang," katanya melalui pesan singkat, Minggu (15/9/2024).
Ia berharap, dengan adanya peristiwa itu semua anggota Perguruan Silat atau beladiri, kususnya PSHT, agar menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan saling menghargai menghormati orang lain.
"Pergunakan ilmu yang kita peroleh dari pelatih untuk hal yang positif meningkatkan keamanan, persatuan, dan kekuatan, dengan guyub rukun serta mentaati aturan aturan yang berlaku sesuai undang-undang," jelasnya.
Ia juga meminta para pelatih dapat memberikan arahan yang benar kepada warga PSHT sesuai undang-undang, serta menyampaikan materi yang mengedepankan rasa persaudaraan, saling hormat menghormati, saling tepo sliro dan saling menjaga.
"Selama ini PSHT Kabupaten Malang telah banyak mengharumkan daerah dengan melahirkan atlit level regional hingga internasional, sehingga kejadian seperti itu, siapapun pelakunya patut disayangkan," pungkasnya.
Untuk diketahui, PSHT pecah menjadi dua, yakni PSHT di bawah Ketua Umum R Moerdjoko dan PSHT di bawah Ketua Umum Muhammad Taufik.
Sementara 10 anggota yang menjadi pelaku pengeroyokan adalah anggota PSHT Kabupaten Malang versi Ketua Umum R Moerdjoko. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "10 Oknum Pesilat Keroyok Remaja hingga Tewas, PSHT Kabupaten Malang Buka Suara"
Baca juga: Gadis Penjual Gorengan yang Tewas di Padang Pariaman Bisa Silat, Diduga Sempat Lawan Pelaku
| Detik-detik Pria Tewas Terjerat Benang Layangan, Sempat Berteriak Minta Tolong |
|
|---|
| Korban Kecelakaan Maut Diduga Mobil Kepala Dinas Tabrak Bocah SD Lagi Jajan Bertambah Jadi 2 Orang |
|
|---|
| Kronologi Bocah 7 Tahun Tewas Terjatuh dari Lantai 3 RS, Tiba-tiba Korban Tak Ada di Posisinya |
|
|---|
| Sesaat Sebelum Mobilnya Ditabrak KRL, Sopir Green SM Keluar Melalui Jendela |
|
|---|
| Perampokan Maut Libatkan Mantan Menantu, Pelaku Bawa 3 Orang, Polahnya Terekam CCTV |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-mayat_20180930_201159.jpg)