Berita Kudus
Bola-bola Daging Sapi Jadi Andalan Siapkan Generasi Unggul di Kota Kretek
Di Kabupaten Kudus, para orangtua mendukung adanya program makan bergizi gratis yang dicanangkan pemerintah pusat.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Muhammad Olies
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Satu di antara upaya untuk menyiapkan generasi yang unggul adalah memenuhi kebutuhan asupan makanan yang seimbang sejak usia dini.
Kebutuhan makanan yang dipenuhi dengan standart gizi Nasional sangat diperlukan dalam rangka mencetak generasi bangsa yang berkualitas.
Satu di antara kebutuhan penunjang tumbuh kembang tubuh agar bisa optimal adalah asupan produk hewani. Mulai dari susu, daging-dagingan, dan juga telur.
Ketiga produk tersebut sangat dibutuhkan bagi perkembangan organ-organ tubuh manusia, termasuk perkembangan otak.
Hanya saja, produk yang sama dikonsumsi terus menerus berpotensi menimbulkan tingkat kejenuhan atau bosan terhadap suatu produk makanan.
Dibutuhkan kreativitas oleh orangtua dalam rangka menyediakan aneka ragam makanan bergizi setiap harinya.
Di Kabupaten Kudus, para orangtua mendukung adanya program makan bergizi gratis yang dicanangkan pemerintah pusat.
Program tersebut saat ini sedang diuji coba, melibatkan produk-produk hewani yang kaya protein dan berbagai manfaat lain bagi tumbuh kembang anak.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus telah memberikan usulan 10 paket makanan yang berbeda untuk diterapkan ketika program makan bergizi gratis dimulai 2025 mendatang.
Baca juga: Muhadjir Usul Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran Pakai Nasi Jagung
Baca juga: 2.599 Pelajar di Kudus Jalani Uji Coba Makan Bergizi Gratis
Satu di antara pengusaha katering di Kabupaten Kudus, Natalia Kristiani meramu sebuah daging sapi menjadi bola-bola daging di hari pertama uji coba program makan bergizi gratis bagi pelajar jenjang SD dan SMP sederajat.
Lebih dari 3.000 butir bola-bola daging dibuatnya dengan melibatkan belasan tenaga pembantu dalam kurun waktu sehari.
Dalam rangka memberikan asupan makanan yang kaya protein dan gizi untuk menunjang pertumbuhan anak di Kabupaten Kudus.
"Satu hal yang harus diusahakan ada pada menu makanan anak adalah protein hewani, ini bisa didapat dari daging hewan, seperti contoh daging sapi. Kalau dikemas hanya olahan daging biasa, kebanyakan anak pasti sudah biasa, perlu inovasi produk yang bisa menarik ketertarikan anak untuk memakannya. Saya pilih bola-bola daging," terangnya, Senin (30/9/2024).
Di hari pertama uji coba makan bergizi gratis menjadi momentum bagi Natalia agar bisa terlibat langsung dalam menyiapkan generasi Indonesia ke depan.
Lebih dari 1.500 porsi makanan sehat dan bergizi, di dalamnya dilengkapi protein hewani dalam bentuk bola-bola daging disiapkan untuk pelajar SD dan SMP.
Satu paket makan yang disiapkan mengandung 50 gram protein hewani, 30 gram protein nabati, 100 gram nasi, dilengkapi sayur, buah, dan susu.
Sebagai mitra program makan bergizi gratis, Natalia komitmen menyiapkan produk serupa dengan takaran nilai gizi seimbang untuk diberikan kepada para pelajar di Kabupaten Kudus.
"Uji coba ini hanya empat hari, sudah kami siapkan menu terbaik selama empat hari ke depan. Semoga bisa konsisten sampai program makan bergizi gratis berjalan pada 2025 mendatang," tegasnya.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Nuryanto menjelasakan, protein hewani sangat diperlukan bagi tubuh. Bisa didapatkan melalui daging-dagingan dan telur yang mudah didapatkan.
Namun, asupan protein hewani juga harus diimbangi dengan protein nabati, sayur-sayuran, juga buah-buahan, agar nutrisi yang masuk ke tubuh seimbang.
"Tubuh kita juga butuh karbohidrat, namun semua harus terukur, tidak boleh berlebih. Susu juga harus sering dikonsumsi untuk menambah daya tahan tubuh," ujarnya.
Menurut dia, produk hewani sangat bernilai untuk menunjang tumbuh kembang anak.
Protein hewani berguna untuk memacu sel-sel otak manusia, agar lebih aktif. Diharapkan bisa menjadi stimulan anak supaya lebih mudah mengikuti pelajaran, daya ingat kuat, serta daya tahan tubuh lebih kuat.
Memacu anak lebih aktif dalam belajar, memacu kognitif, mencegah anak agar tidak mudah ngantuk, tidak mudah capek, dan bisa lebih aktif belajar di sekolahan.
Baca juga: Empat Hari Berjalan, Program Uji Coba Makan Bergizi Gratis di Kudus Gunakan Anggaran Rp282juta
Tentunya semua itu butuh konsistensi yang tinggi dalam rangka memberikan asupan makanan yang terukur, baik angka kecukupan gizi maupun kebutuhan protein yang dibutuhkan tubuh.
"Tentunya semua yang dilakukan butuh evaluasi terkait dampak yang diperoleh, berkaitan dengan berat badan dan tingkat kecerdasaan juga harus diukur," jelasnya.
Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia sekaligus perwakilan Tim 5 Pelaksana Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Nevy Dwi S mengapresiasi upaya-upaya masyarakat yang mau berimprovisasi dalam menyiapkan makanan beraneka ragam.
Kreativitas dalam hal mengolah makanan sangat dibutuhkan agar anak tidak bosan. Tentunya harus tetap memperhatikan standar gizi Nasional.
"Produk hewani contohnya, kalau dikelola biasa-biasa saja, anak pasti akan cepat jenuh. Apalagi kalau program makan bergizi gratis sudah diterapkan penuh 2025 nanti. Butuh orang seperti Natalia Kristiani yang kreatif dalam mengolah produk hewani. Kita tunggu inovasi lain yang dikreasikan untuk anak-anak generasi bangsa Indonesia," tegasnya. (Sam)
Harus Penuhi 1.200 Lux, 4 Lampu Penerangan Stadion Wergu Wetan Kudus Disidak PT LIB dan PSSI |
![]() |
---|
65 Persen Rampung, Gedung Baru Pelayanan SKCK Polres Kudus Diharapkan Lebih Nyaman dan Cepat |
![]() |
---|
Ini Penyebabnya, Perbaikan 13 Sekolah Rusak di Kudus Belum Terlaksana Hingga Akhir Agustus |
![]() |
---|
10 ASN Pemkab Kudus Terima Sanksi Disiplin, Tersebar di 3 OPD |
![]() |
---|
Sempat Hilang di Kudus, Beras SPHP Kini Kembali Muncul di Pasaran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.