Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pekalongan

Keluarga Alumni SMAN 3 Pekalongan Desak Pembenahan Sistem, Buntut Kasus Pelecehan Verbal

Pelecehan seksual verbal yang diduga dialami puluhan siswi SMAN 3 Kota Pekalongan membuat alumni SMAN 3 ikut bersuara.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: Muhammad Olies
Tribun Jateng/ Indra Dwi Purnomo
Pelajar SMAN 3 Kota Pekalongan menggelar aksi demo di lapangan sekolah terkait dugaan pelecehan seksual verbal yang dilakukan oleh guru BK kepada puluhan anak SMAN 3 Kota Pekalongan. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pelecehan seksual verbal yang diduga dialami puluhan siswi SMAN 3 Kota Pekalongan membuat alumni SMAN 3 ikut bersuara.

Mereka menyampaikan pernyataan sikap kepada pihak sekolah, untuk transparan dalam penegakan hukum, dan mendesak pembenahan sistem pengawasan di sekolah.

Hal itu dikatakan Ketua Keluarga Alumni SMAN 3 Kota Pekalongan (KASTILO) Pulung Gentono saat dihubungi Tribunjateng.com, Kamis (3/10/2024) malam.

"Kami mengecam dengan tegas segala bentuk pelecehan, baik verbal maupun non-verbal, yang dilakukan oleh pihak mana pun, termasuk tenaga pendidik."

"Tindakan seperti ini, tidak dapat dibenarkan dan mencederai nilai-nilai pendidikan serta penghormatan terhadap hak asasi manusia, khususnya perempuan," kata Ketua Keluarga Alumni SMAN 3 Kota Pekalongan (KASTILO), Pulung Gentono.

Baca juga: Puluhan Siswi SMAN 3 Kota Pekalongan Diduga Jadi Korban Pelecehan Verbal Guru BK

Baca juga: Tanggapan Sekolah SMAN 3 Kota Pekalongan atas Kasus Pelecehan Seksual Verbal oleh Oknum Guru

Lalu, pihaknya juga mendesak pihak sekolah dan instansi terkait untuk segera melakukan investigasi secara menyeluruh, transparan, dan adil atas dugaan kasus ini.

Alumni juga meminta agar proses hukum dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku demi menjaga integritas lembaga pendidikan.


"Kami mendukung penuh keberanian adik-adik kami yang menjadi korban dalam menyuarakan pengalaman mereka, dan mengharapkan agar mereka mendapat pendampingan psikologis dan perlindungan hukum yang memadai."


"Kami juga meminta, agar sekolah memberikan jaminan keamanan kepada seluruh siswa dan siswi dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan," ucapnya.


Pulung mengungkapkan, para alumni SMAN 3 Kota Pekalongan juga peduli dan respek terhadap para korban. Mereka tidak hanya membutuhkan dukungan hukum, tetapi juga dukungan moral.


"Kami akan berusaha memberikan perhatian dan bantuan yang diperlukan, serta mendorong agar korban mendapatkan keadilan dan rasa aman kembali. Kami berdiri, bersama adik-adik kami dalam menghadapi masa sulit ini," ungkapnya.


Tidak hanya itu, pihaknya juga mendesak pembenahan sistem pengawasan di sekolah.


"Kami mendesak sekolah untuk melakukan evaluasi dan pembenahan dalam sistem pengawasan internal, serta memastikan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan," ucapnya.


Lalu, para alumni juga akan mengawal proses hukum dan tindak lanjut kasus terkait hal tersebut.


Pulung juga meminta pihak sekolah, tidak melakukan upaya untuk menutup-nutupi atau melindungi pelaku jika memang terbukti bersalah.


"Kami akan terus mengawal perkembangan kasus ini, dan memastikan bahwa proses hukum berjalan sesuai dengan prinsip keadilan."

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved