Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Perkuat Ekosistem Industri, KCC Glass dan Wavin Resmikan Pabrik di KIT Batang

Dua pabrik dari tenant asal Korea Selatan dan Belanda, yaitu PT KCC Glass Indonesia dan PT Wavin Manufacturing Indonesia resmi beroperasi di KITB

Penulis: dina indriani | Editor: Muhammad Olies
TRIBUNJATENG / DINA INDRIANI
Menteri Investasi/BKPM, Rosan Perkasa Roeslani saat meresmikan PT KCC Glass Indonesia dan PT Wavin Manufacturing Indonesia di Grand Batang City, Kamis (3/10/2024) 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Dua pabrik dari tenant asal Korea Selatan dan Belanda, yaitu PT KCC Glass Indonesia dan PT Wavin Manufacturing Indonesia resmi beroperasi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kamis (3/10/2024)

Langkah strategis ini memperkuat ekosistem industri di KITB dan menegaskan komitmen dalam mendorong investasi berkelanjutan di Indonesia.

PT KCC Glass Indonesia, yang beroperasi di atas lahan seluas 46 hektar dengan total investasi sebesar Rp 4 triliun, akan mengembangkan investasi hingga Rp 8 Triliun rupiah.

Pabrik ini memproduksi kaca berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan domestik sebesar 20 persen dan 80 persen untuk pasar global.

Dengan proyeksi penyerapan tenaga kerja sebanyak 450 orang, pabrik ini memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan lapangan pekerjaan lokal.

Pabrik KCC Glass terbesar di dunia ini nantinya akan menyerap hingga 2.000 tenaga kerja.

Baca juga: Pabrik Pipa Wavin BV Dibangun di KIT Batang, Bisa Serap 500 Tenaga Kerja

Baca juga: Proyek Pipa Gas Cisem Tahap 2 Diresmikan, Bahlil: Akan Tarik Banyak Investor ke KIT Batang

Sementara itu, PT Wavin Manufacturing Indonesia hadir dengan pabrik seluas 20 hektar yang fokus pada produksi pipa PVC ramah lingkungan.

Pabrik ini diharapkan dapat menyerap 170 tenaga kerja.

Kehadiran kedua pabrik ini semakin memperkokoh posisi KIT Batang sebagai pusat industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di Indonesia.

“Hadirnya PT KCC Glass dan PT Wavin Manufacturing di KIT Batang merupakan bukti nyata dari meningkatnya kepercayaan investor global terhadap potensi Indonesia. Kami akan terus mendukung iklim investasi yang kondusif agar semakin banyak perusahaan besar menanamkan modalnya di tanah air," tutur Menteri Investasi/BKPM, Rosan Perkasa Roeslani.

Ngurah Wirawan, Direktur Utama PT KIT Batang menyebut hingga saat ini, sudah ada 21 tenant dengan nilai investasi kurang lebih Rp 16 Triliun di KIT Batang

 “Kami tidak hanya menyediakan ruang bagi industri, tetapi juga menciptakan ekosistem yang hijau, pintar, dan berkelanjutan, inilah yang membuat KITB menjadi kawasan industri masa depan," tandasnya.

Selain peresmian dua pabrik ini, proyek pembangunan Rusunawa di KIT Batang  juga terus berjalan sebagai bagian dari komitmen dalam menyediakan fasilitas yang mendukung kebutuhan tenaga kerja yang terus bertambah.

Proyek pembangunan Rusunawa ini merupakan hasil dari kolaborasi yang kuat antara PT KITB, PT Danareksa Capital, dan PT Nindya Beton, dengan dukungan penuh dari Induk Holding PT Danareksa (Persero).(din)

 

 

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved