Rumah di Cilacap Hangus Terbakar Akibat Tungku Ditinggal! Kerugian Capai Rp40 Juta
Kebakaran rumah di Desa Kutasari, Cilacap terjadi karena tungku yang ditinggal menyala. Tak ada korban jiwa, namun kerugian mencapai Rp40 juta.
Penulis: Pingky Setiyo Anggraeni | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, CILACAP – Sebuah rumah semi permanen di Desa Kutasari, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, ludes terbakar pada Minggu (6/10/2024) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Kebakaran tersebut diduga terjadi karena tungku api yang lupa dimatikan setelah digunakan untuk memasak air.
Pemilik rumah, Salamun (67), mengalami kerugian besar setelah api dari tungku merembet dan menghanguskan rumahnya. Kepala UPT Damkar Cilacap, Supriyadi, menjelaskan bahwa penyebab kebakaran diperkirakan karena penghuni rumah meninggalkan tungku dalam keadaan menyala saat pergi.
"Rumah milik Salamun terbakar karena penghuni rumah meninggalkan tungku setelah memasak air, dan api kemudian merembet ke bangunan," ujar Supriyadi kepada Tribunbanyumas.com.
Saksi mata, yakni tetangga korban, Siti (49) dan Dianti (43), pertama kali melihat kobaran api di rumah Salamun. Mereka mengaku sempat mendengar suara letupan dari dalam rumah sebelum api mulai membesar.
Melihat kobaran api, kedua saksi langsung berteriak memanggil warga sekitar untuk membantu memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, karena api terus membesar, salah satu warga akhirnya menghubungi Pos Damkar Sidareja untuk meminta bantuan pemadam kebakaran.
"Pada pukul 19.26 WIB, kami menerima laporan dari warga dan segera mengirim tim ke lokasi. Namun, saat kami tiba, api sudah berhasil dipadamkan oleh warga," tambah Supriyadi.
Menurut pendataan petugas di lokasi, rumah dengan ukuran 9 x 9 meter tersebut hangus terbakar, termasuk sejumlah perabotan seperti televisi, kulkas, dan lemari. Selain itu, uang tunai senilai Rp2 juta serta beberapa surat-surat penting juga ikut terbakar dalam insiden tersebut.
Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp40 juta.
Penyebab kebakaran diketahui setelah salah satu anggota keluarga pemilik rumah meninggalkan tungku dalam keadaan menyala untuk menjemput anaknya yang sedang mengaji. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Supriyadi mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan memastikan kompor atau tungku dalam keadaan mati sebelum meninggalkan rumah, guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
"Kami meminta masyarakat selalu waspada dan memastikan kompor atau tungku dimatikan saat tidak digunakan, terutama sebelum meninggalkan rumah," pungkasnya. (*)
| Sampel Makanan Diduga Penyebab Ratusan Santri Keracunan di Cilacap Dibawa ke Semarang |
|
|---|
| 100 Santri Ponpes di Cilacap Diduga Keracunan, Gegara Menu MBG? |
|
|---|
| May Day 2026, Ini 6 Tuntutan Buruh di Kabupaten Cilacap |
|
|---|
| Kebakaran Tempat Pengolahan Kopra di Cilacap, Kerugian Capai Rp 100 Juta |
|
|---|
| Kronologi Rumah Anisa Rahma Terbakar Habis, tapi 3.500 Al-Qur'an Selamat Meski Tembok Dilalap Api |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Kondisi-rumah-milik-Salamun-67-di-Desa-Kutasari-Kecamatan-Cipari-Cilacap-ya.jpg)