Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kudus

Dispertan Kudus Dorong Pertumbuhan Petani Muda Harapan Bangsa

Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus mencatat, jumlah petani milenial di Kota Kretek mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun.

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Satu di antara petani muda di Kabupaten Kudus berhasil membudidayakan tanaman melon berbagai varietas dengan pangsa pasar kota-kota besar di Indonesia, baru-baru ini.   

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus mencatat, jumlah petani milenial di Kota Kretek mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun. Artinya, daya minat generasi muda untuk terjun ke bidang pertanian cukup bagus.


Saat ini sudah ada komunitas petani milenial yang tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Kudus. Mayoritas bergerak pada jenis tanaman musiman, seperti melon, lemon, semangka, cabai, hingga sayur-sayuran. 


Bahkan, ada beberapa petani milenial di Kota Kretek yang sudah berhasil ekspor produk ke mancanegara. Produk unggulannya adalah buah melon dengan berbagai varietas, selanjutnya merambah pada produk kopi Muria khas Kota Kretek. 


Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus, Agus Setiawan menyampaikan, Kabupaten Kudus memiliki potensi cukup besar di bidang pertanian. Banyaknya petani muda yang ikut terjun di bidang pertanian menjadi angin segar dengan berbagai kreativitas yang bisa dikembangkan.


Komunitas petani muda Kota Kretek terus didorong menciptakan inovasi-inovasi pertanian yang bisa menghasilkan produk unggul. Tentunya dengan memperhatikan potensi tanaman yang mudah dikembangkan baik di dataran rendah, maupun dataran tinggi. 


Seperti contoh, daerah Kaliwungu, Undaan, Jati, Mejobo dan Jekulo potensial tanaman pangan, seperti padi, jagung, diimbangi dengan jenis tanaman musiman. 


Daerah dataran tengah bisa didorong untuk tanaman tebu, sentra jambu, dan durian. 


Sementara dataran tinggi didorong untuk mengembangkan sentra tanaman alpukat, jeruk pamelo, hingga kopi. 


"Tahun ini kita dapat support sangat cukup untuk memberikan reward kepada petani. Terkait keberadaan komunitas petani muda atau milenial, terus kami dorong untuk memberikan kontribusinya terhadap keberlangsungan produksi pangan yang berkualitas. Yang jelas, Kudus potensial bisa dikembangkan produk pertanian ekspor," terangnya, Rabu (9/10/2024).


Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI Sudaryono mengatakan, Kementerian Pertanian memiliki program gerakan petani milenial atau petani muda. 


Program tersebut sekiranya sudah berjalan empat tahun, saat ini sudah ada 350-an petani milenial seluruh Indonesia yang berhasil ekspor produk. Di antaranya produk melon, cabai, dan beberapa produk lainnya yang bernilai jual tinggi dan berkualitas. 


"Tugas petani milenial adalah menciptakan produk yang laku di pasaran. Kita lagi galakkan itu, kesuksesan harus diceritakan supaya yang lain bisa meniru, termasuk yang dicapai petani muda," tutur dia. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved