Berita Jateng
Dosen UNS Titi Wahyuni Soroti Turunnya Daya Beli Masyarakat
Daya beli masyarakat Indonsia belakangan ini mengalami penurunan. Hal itu disebabkan karena faktor-faktor penting yaitu adanya inflasi.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Daya beli masyarakat Indonsia belakangan ini mengalami penurunan. Hal itu disebabkan karena faktor-faktor penting yaitu adanya inflasi. Demikian disampaikan Dosen CPNS TA 2023 Universitas Sebelas Maret, Titi Wahyuni, S.Pd., M.Sc, Jumat (11/10).
Ia mencoba menganalisis daya beli masyarakat akibat inflasi. Menurutnya, telah diketahui bersama bahwa penghasilan atau pendapatan berkaitan erat dengan mata pencaharian atau pekerjaan. Apabila tidak bekerja atau menganggur maka tidak punya penghasilan.
“Apabila jumlah pengangguran banyak maka banyak pula yang tidak memiliki penghasilan, lantas bagaimana mau membeli apabila tidak memiliki penghasilan (uang). Dimana uang menjadi alat tukar dalam urusan jual-beli di kehidupan masyarakat kita,” ujarnya.
Dengan kata lain, lanjut Titi Wahyuni, S.Pd., M.Sc, daya beli masyarakat erat kaitannya dengan tingkat penghasilan masyarakat. Yang menjadi permasalahan di negara Indonesia tercinta masih banyak angka pengangguran di masyarakat yang berpengaruh kepada menurunnya daya beli masyarakat.
Titi Wahyuni, S.Pd., M.Sc yang tergabung dalam Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) Gelombang 1 Angkatan 5, Kelompok 1 dengan Fasilitator Adhani Ekowati, S.Psi., M.Si.,Psi. yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek-Kemenhub 2024 tersebut menambahkan, Ada 3 kondisi yang dipengaruhi oleh tingkat pengangguran pada sektor perekonomian yaitu, pertama menurunnya pendapatan masyarakat, yang akan menurunkan daya beli lalu menurunkan permintaan dan konsumsi barang/jasa serta menurunkan Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto. Kemudian kedua menurunkan tingkat investasi modal, dan terakhir menurunkan penerimaan pemerintah.
GDP juga berkaitan dengan investasi, apabila GDP turun maka investasi yang berkorelasi dengan GDP juga akan turun. Secara hukum perbankan, apabila pengangguran tidak memiliki penghasilan, maka masyarakat tidak bisa menabung (investasi).
“Selanjutnya yang ketiga, apabila masyarakat sebagai warga negara Indonesia yang baik yang harus taat bayar pajak, tidak memiliki penghasilan alias pengangguran maka hal itu akan berpengaruh terhadap pemasukan negara dari sektor pajak pendapatan,” imbuhnya.
Mengamati kondisi tersebut, Langkah-langkah yang bisa lakukan sebagai perwujudan rasa memiliki dan senasib seperjuangan warga negara Indonsia yang baik, ada beberapa Langkah diantaranya yang pokok semestinya kita bangun adalah rasa cinta tanah air, rela berkorban sesuai profesi masing-masing, terus merasa bangga menjadi bangsa Indonesia, belajar dengan sungguh-sungguh, serta menjaga Kesehatan badan dan mental kita.
“Selain itu, pembukaan lapangan pekerjaan menjadi angin segar yang selalu diharapkan bagi para pencari kerja. Harapannya akan ada pengusaha-pengusaha muda yang kreatif yang terus bertumbuh di tengah-tengah masyarakat Indonesia,” imbuhnya.
Titi Wahyuni, S.Pd., M.Sc, menambahkan, Adanya rasa cinta yang mendalam dan komitmen terhadap bangsa Indonesia akan
memberikan jalan menuju perbaikan bersama. Rasa cinta harus dipupuk terus dengan jalan memahami secara holistic bagaimana sejarah bangsa Indonesia, warna (identitas bangsa Indonesia), tujuan-tujuan yang ingin dicapai bangsa Indonesia, serta harapan hidup adil dan Makmur sejahtera.
Sebagai warga negara, rasa cinta dapat diwujudkan dengan cara membeli produk-produk buatan Indonesia, bangga memakai batik buatan Indonesia, serta menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
“Mari menjadi dewasa dan bersahaja dengan bekal wawasan nusantara ada di dalam jiwa. Menjadi warga negara yang baik, bekerja
keras membangun negeri tercinta dari setiap lini kehidupan, sesuai profesi.
Menjadi bangsa yang sehat juga penting. Kesehatan menjadi modal utama untuk membangun bangsa. Semoga kita bisa Menjadi bangsa yang Sehat, Tangguh, dan Bahagia,” pungkasnya. (*)
| Wagub Jateng Minta Nilai-Nilai Pesantren Perlu Terus Dijaga |
|
|---|
| Jangan Asal Pilih! Inilah 6 Tips Mencari Daycare yang Aman untuk Keamanan Buah Hati |
|
|---|
| Dongkrak Produksi Susu, Ahmad Luthfi Inginkan Kontes Sapi Perah |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Minggu 26 April 2026: Hujan Petir Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah |
|
|---|
| 493 Karateka Bersaing di Kejurnas Piala Karate Piala Wira Adhyaksa 2026 di Kota Semarang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Dosen-CPNS-TA-2023-Universitas-Sebelas-Maret-Titi-Wahyuni-SPd-MSc.jpg)