Kota Semarang
41 dari 130 Armada Diremajakan, BRT Trans Semarang Dikejar Tuntas September 2026
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mulai mempercepat peremajaan armada BRT Trans Semarang dengan capaian awal 41 unit dari target total 130 armada.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mulai mempercepat peremajaan armada BRT Trans Semarang dengan capaian awal 41 unit dari target total 130 armada.
Program ini ditujukan untuk mengurangi persoalan klasik seperti asap hitam pekat atau "cumi-cumi darat".
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menyebut, angka realisasi tersebut menjadi langkah awal dari komitmen peningkatan kualitas transportasi publik.
Baca juga: Pemerintah Kejar Investasi Timur Tengah, Industri Manufaktur jadi Sasaran
Baca juga: Sosok Frans Kongi di Mata Para Pengusaha, Sederhana dan Tak Pelit Ilmu
"Dari target 130 baru terealisasi 41 armada yang telah diremajakan. Ini salah satu komitmen kami memperbaiki layanan transportasi umum di Semarang," kata Agustina, Sabtu (2/5/2026).
Disebutkan, peremajaan meliputi berbagai jenis armada, mulai dari bus besar hingga feeder. Pada tahap awal, 4 koridor telah dilayani armada baru, yakni Koridor 4, Koridor 8, serta Feeder 1 dan Feeder 3.
Pemkot menargetkan seluruh proses rampung pada September 2026, dengan total 130 armada baru, termasuk tambahan bus listrik.
"Targetnya September selesai sebagai batas akhir. Nanti ada sekitar 130 armada baru termasuk bus listrik," paparnya.
Ia mengungkapkan, langkah ini diambil untuk menekan gangguan operasional akibat usia kendaraan yang sudah tua, yang kerap menyebabkan bus mogok di jalan.
"Kasus di lapangan memang banyak karena usia bus sudah tua. Harapannya dengan bus baru ini lebih siap kerja dan bisa mengantisipasi kasus-kasus seperti mogok," terangnya.
Agustina menegaskan, peremajaan ini menjadi bukti keseriusan pemerintah kota dalam menghadirkan transportasi publik yang lebih nyaman dan andal.
"Nanti sampai September kita ada 130 bus yang diremajakan. Selamat tinggal cumi-cumi darat," ungkap Agustina.
Ke depan, selain mengejar target jumlah armada, Pemkot juga akan meningkatkan porsi bus listrik untuk menekan emisi. Namun, tantangan pembiayaan operasional masih menjadi perhatian.
"Doakan kekuatan fiskal Pemkot Semarang agar bisa menambah jumlah armada, termasuk pembiayaan operasionalnya. Walaupun armada ini dari pihak ketiga, biaya operasional tetap harus ditanggung pemerintah kota," imbuhnya. (idy)
| Ada 174 SPPG Aktif di Kota Semarang, BGN Minta Pengawasan Ketat |
|
|---|
| Sehari Setelah Jalur Maut Silayur Dipasang Portal, Langsung Ada Truk Menerobos |
|
|---|
| Kebijakan Undip Melarang Karangan Bunga Papan di Wisuda Dikeluhkan Pelaku UMKM Kota Semarang |
|
|---|
| DLH Ungkap Penyebab Monyet Serbu Permukiman Warga: Program Vasektomi Gagal hingga Populasi Melonjak |
|
|---|
| Kota Semarang Raih Dua Penghargaan di Hari Otonomi Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/PEREMAJAAN-ARMADA-Pemerintah-Kota-Pemkot.jpg)