Berita Kecelakaan
FAKTA : Kecelakaan Rombongan Santri di Tol Semarang, Sopir Elf Berusia 19 Tahun dan Tak Punya SIM
Penyidik Satlantas Polres Semarang terus menyelidiki kejadian kecelakaan yang terjadi di jalan tol Semarang-Solo KM432.600 ruas B.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Penyidik Satlantas Polres Semarang terus menyelidiki kejadian kecelakaan yang terjadi di jalan tol Semarang-Solo KM432.600 ruas B.
Dalam kecelakaan yang terjadi Jumat (18/10) tersebut, empat orang meninggal dan 13 orang mengalami luka.
"Kami masih menyelidiki, melakukan pendalaman karena hingga saat ini pengemudi tidak bisa menunjukkan SIM.
Kalau dari informasi keluarga, pengemudi tidak memiliki SIM," kata Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani, Sabtu (19/10).
Lingga mengatakan, sopir Isuzu Elf, Naufal (19), warga Yogyakarta, saat ini kondisinya masih syok sehingga belum bisa dimintai keterangan.
"Kalau dari kondisi kesehatan, sudah diperiksa, termasuk tensi dan lainnya.
Pemeriksaan urine juga hasilnya negatif, tinggal sekarang menunggu kondisi psikologisnya agar tenang dan baru diperiksa," paparnya.
Menurut Lingga, dari informasi awal diketahui Isuzu Elf DK 7834 AI tersebut merupakan mobil rental.
"Kami mendalami terkait hal tersebut, karena dari keterangan seharusnya pengemudinya bukan yang bersangkutan. Ini kan lalu diperiksa, siapa yang memerintahkan dia mengemudi Elf tersebut," ujar Lingga.
"Jika memang ada unsur kelalaian, maka statusnya bisa ditingkatkan jadi tersangka. Tapi sampai sampai ini belum, masih proses pendalaman terkait peristiwa ini," lanjutnya.
Sebelumnya diberitakan, rombongan santri yang mengalami kecelakaan di KM432.600 jalur B (Bawen-Semarang) hendak mengikuti lomba MTQ di Unisula, Kota Semarang.
Dalam kecelakaan yang terjadi, Jumat (18/10) pukul 09.45 tersebut, empat orang meninggal dunia dan 12 orang lainnya mengalami luka.
Korban mendapat perawatan di RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran dan Rumah Sakit Kusuma. Korban tewas yakni FZ (16), warga Kabupaten Grobogan; SH (16), warga Sambas, Kalimantan Barat; AK (16), warga Bekasi, Jawa Barat; dan pengasuh, AF (18), warga Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Olah TKP
Lingga mengatakan, penyidik Satlantas Polres Semarang telah melakukan olah TKP bersama Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Jawa Tengah.
| Hantam Truk Parkir, Dua Orang Boncengan Motor Tewas Seketika |
|
|---|
| Tabrak Bus Mogok, Sopir Truk Tewas di TKP Kecelakaan |
|
|---|
| Dua Pemotor Jatuh saat Salip Truk dari Kiri, Satu Tewas Terlindas |
|
|---|
| Kenek Truk Berusia 15 Tahun Tewas Tertabrak saat Beri Isyarat Ban Pecah di Tol Sumo |
|
|---|
| Disambar Truk Tronton saat Nyeberang, Pengendara Motor Kritis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/l-Elf-berpelat-DK7834AI-mengalami-kecelaka.jpg)