Berita Jateng
Mengenang Sritex, Perusahaan Tekstil Terbesar di Asia Tenggara yang Diputus Pailit PN Semarang
Perusahaan tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex (kode emiten: SRIL) dinyatakan pailit.
Di Jakarta, Sritex juga memiliki kantor yang cukup besar yakni berada di Jalan Wahid Hasyim Nomor 147, Jakarta Pusat.
Empat lini bisnis utama perusahaan sejak 2018 adalah pemintalan dengan kapasitas produksi 1,1 juta bal benang per tahun, penenunan dengan produksi 180 ribu meter per tahun.
Kemudian lini bisnis pencelupan dan pencetakan dengan kapasitas produksi 240 juta yard per tahun, serta garman sebanyak 28 juta pieces pakaian jadi per tahun.
Sritex juga dipercaya NATO sebagai salah satu pemasok seragam militernya.
Saat pandemi Covid-19 melanda, perusahaan bergerak cepat menangkap peluang bisnis dengan memproduksi jutaan masker.
Jaya di era Orde Baru
Harian Kompas, 5 November 1994 menyebutkan, pabrik Sritex dibangun menjadi perusahaan tekstil terpadu dengan fasilitas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada tahun 1976.
Kedekatan Muhammad Lukminto dengan penguasa Orde Baru Presiden Soeharto kala itu, disebut-sebut membuat bisnis Sritex berkembang sangat pesat karena banyak menerima pesanan dari pemerintah untuk pembuatan seragam ASN, TNI, dan Polri.
Di tahun 1992, pembangunan pabrik baru Sritex diresmikan oleh Soeharto bersamaan dengan acara perluasan bersama 275 usaha kelompok aneka industri yang dipusatkan di lokasi Sritex, Sukoharjo.
Nama Sritex semakin dikenal ketika perusahaan tekstil ini menekan kontrak pembuatan seragam NATO dari Angkatan Perang Jerman di tahun 1997, seperti diberitakan oleh Harian Kompas, 21 Desember 1998.
Hingga tahun 1998, jumlah pesanan seragam tersebut mencapai sekitar satu juta peach stell (PS).
Kontrak yang sama juga dilakukan PT Sritex dengan Angkatan Perang Inggris yang memesan seragam NATO sebanyak 400.000 PS.
Selain itu, Papua Nugini juga memesan seragam polisi sebanyak 50.000 PS pada Sritex.
Tak ketinggalan, seragam Kantor Pos Jerman juga memesan sebanyak satu juta PS.
Saat ini, produk Sritex telah digunakan oleh pasukan militer lebih dari 30 negara.
| Jawa Tengah Butuh Pembenahan Logistik Laut |
|
|---|
| Kadin Indonesia Puji Iklim Investasi Jateng, Gubernur Luthfi Dinilai Sukses Buka Jalan Investor |
|
|---|
| Jateng Atasi Krisis Sampah, Semarang Raya Jadi Proyek Perdana Pengolahan Sampah Jadi Listrik |
|
|---|
| Revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas dan Pembangunan Dry Port Batang Akan Dimulai Tahun Ini |
|
|---|
| CJIBF 2026 Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi Menawarkan Berbagai Proyek Investasi |
|
|---|