Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Semarang

BLU Trans Semarang Cari Solusi Atasi Cumi-Cumi Darat

Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang berupaya mencari solusi mengatasi armada Trans Semarang.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rival al manaf
istimewa
Bus trans semarang  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang berupaya mencari solusi mengatasi armada Trans Semarang yang dijuluki cumi-cumi darat karena mengeluarkan asap hitam pekat. 


Kepala BLU Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto menyampaikan, beberapa upaya telah dilakukan untuk meminimalkan asap hitam yang keluar armada Trans Semarang. Diantaranya dengan menggunakan konversi bahan bakar gas. Namun, masalah asap hitam tetap keluar mengingat armada Trans Semarang menggunakan mesin disel.


"Sudah ada beberapa upaya, tapi belum bisa mengurangi secara signifikan asap hitam yang keluar dari armada Trans Semarang," jelasnya, Selasa (5/11/2024). 


Haris melanjutkan, Trans Semarang belum lama ini juga melakujan upaya lain di koridor II dengan menambag katalis. Namun, upaya tersebut belum mengatasi asap hitam secara signifikan. 


Upaya lainnya, Trans Semarang juga bekerjasama dengan salah satu perusahaan oli mesin dengan menambahkan cairan ke bahan bakar. 


"Ternyata cairan yang kami injek ke bahan bakar, tidak efektif mengurangi asap yang keluar hasil pembakaran," tambahnya.


Haris membeberkan, BLU berencana mengundang agen tunggal pemegang merek (ATPM) untuk melakukan sharing dan diskusi, khususnya Isuzu, Mitsubishi dan Hino yang digunakan sebagai armada Trans Semarang.


Trans Semarang akan menanyakan langsung ke ATPM terkait penggunaan bahan bakar yang tepat digunakan armada Trans Semarang.


"Nanti kami akan tanyakan, bahan bakar yang cocok apa, dan merk ini seharusnya digunakan di medan seperti apa, agar bisa menekan gas buang," ungkapnya.


Terkait peremajaan atau pergantian armada baru, pihaknya menunggu arahan dari Pemkot Semarang yang sedang melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat. Pasalnya, pemerintah pusat memiliki rencana pembangunan dedicated line Trans Semarang mulai dari Simpang Jrakah sampai Pedurungan.


"Informasinya akan dibuatkan jalur khusus dan menggunakan bus elektrik. Harapan kami, tentu bisa dilaksanakan secepatnya. Kami masih menunggu arahan itu," ucapnya.


Sebelumnya Bus Trans Semarang yang dijuluki cumi-cumi darat sempat disinggung dalam debat perdana Pilwakot Semarang 2024, Jumat (1/11/2024). 


Hal itu diawali adanya pernyataan panelis terkait rencana pengurangan emisi di Kota Semarang. Menjawab pertanyaan tersebut, Calon Wali Kota Semarang Nomor Urut 1, Agustina Iswar mengatakan, untuk mengurangi emisi salah satu upaya yakni memperluas layanan transportasi publik dan melakukan transisi energi. 


"Pemkot membangun charging station. Kita melakukan sebisa mungkin transisi energi. Misalnya, beberapa tiang-tiang di Semarang akan kami gunakan tenaga surya," sebut Agustin. 


Agustin - Iswar akan melakukan program bimbingan pelatihan para investor muda, melakukan lomba bagaimana mencari energi alternarif, dan mengembangkan energi terbarukan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved