Berita Semarang
Menurun, Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Manufaktur di Semarang
Ada tiga lapangan usaha dominan di Kota Semarang yaitu sektor industri pengolahan, konstruksi, dan perdagang besar, ecer, dan reparasi kendaraan.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penyerapan tenaga kerja di sektor manufaktur di Kota Semarang mengalami penurunan.
Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Kota Semarang, Rudi Cahyono dalam Seminar Industri dan Konstruksi Tahun 2024, di Khas Hotel Semarang, Selasa (5/11/2024).
Rudi menyampaikan, ada tiga lapangan usaha dominan di Kota Semarang yaitu sektor industri pengolahan, konstruksi, dan perdagang besar, ecer, dan reparasi mobil serta motor.
Baca juga: PTPS Resmi dilantik, Siap Awasi 2.358 TPS di Kota Semarang
Baca juga: Mulai Hari Ini Tiket Kereta Api Nataru di Daop 4 Semarang Bisa Dipesan, Berikut Jadwalnya
Tren pertumbuhan sektor industri dan konstruksi seiring dengan agregat pertumbuhan ekonomi Kota Semarang membuktikan bahwa industri pengolahan dan konstruksi mampu menjadi barometer pertumbuhan ekonomi.
Dari sisi penyerapan tenaga kerja, ada penurunan penyerapan tenaga kerja di sektor manufaktur.
Pada 2022, penyerapan tenaga kerja sektor manufaktur sebesar 28,27 persen.
Angka itu menurun pada 2023 menjadi sebesar 26,25 persen.
Sementara pada sektor jasa, penyerapan tenaga kerja di Kota Semarang mengalami peningkatan dari 70,27 persen pada 2022 menjadi 71,51 persen pada 2023.
Sedangkan pada sektor pertanian, penyerapan tenaga kerja dari 1,46 persen pada 2022 menjadi 2,24 persen pada 2023.
"Itu jadi sinyal karena industri manufaktur jadi penompang."
"Supaya nanti tidak tambah terpuruk, perlu ada upaya yang lebih konkret bagaimana menangani sektor industri manufaktur," ujar Rudi.
Dia menyebut, ada beberapa faktor penyebab menurunnya penyerapan tenaga kerja sektor manufaktur.
Di antaranya resesi ekonomi negara tujuan ekspor.
Kemudian kenaikan bahan baku juga bisa menjadi penyebab turunnya penyerapan tenaga kerja.
Disamping itu, adanya penurunan permintaan produk.
| Relokasi Warga Terdampak Tanah Gerak Jangli Mengarah ke Rowosari, Pemerintah Cek Kesiapan Lahan |
|
|---|
| Keren! Pelajar SMAN 1 Kota Semarang Ciptakan Obat Diabetes dari Buah Gayam, Siap ke New York |
|
|---|
| Rizky Lihat Asap Hitam Pekat Keluar dari Bus Trans Jateng |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Bus Trans Jateng Terbakar di S Parman Semarang |
|
|---|
| BPBD Jateng Kejar Pemkot Semarang Soal Relokasi Warga Sekip Jangli, Rencana Pindah ke Rowosari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Seminar-Industri-dan-Konstruksi-Tahun-2024-di-Semarang.jpg)