Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Menurun, Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Manufaktur di Semarang

Ada tiga lapangan usaha dominan di Kota Semarang yaitu sektor industri pengolahan, konstruksi, dan perdagang besar, ecer, dan reparasi kendaraan.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Kepala BPS Kota Semarang Rudi Cahyono membuka Seminar Industri dan Konstruksi Tahun 2024, di Khas Hotel Semarang, Selasa (5/11/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penyerapan tenaga kerja di sektor manufaktur di Kota Semarang mengalami penurunan.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Kota Semarang, Rudi Cahyono dalam Seminar Industri dan Konstruksi Tahun 2024, di Khas Hotel Semarang, Selasa (5/11/2024). 

Rudi menyampaikan, ada tiga lapangan usaha dominan di Kota Semarang yaitu sektor industri pengolahan, konstruksi, dan perdagang besar, ecer, dan reparasi mobil serta motor. 

Baca juga: PTPS Resmi dilantik, Siap Awasi 2.358 TPS di Kota Semarang

Baca juga: Mulai Hari Ini Tiket Kereta Api Nataru di Daop 4 Semarang Bisa Dipesan, Berikut Jadwalnya

Tren pertumbuhan sektor industri dan konstruksi seiring dengan agregat pertumbuhan ekonomi Kota Semarang membuktikan bahwa industri pengolahan dan konstruksi mampu menjadi barometer pertumbuhan ekonomi. 

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, ada penurunan penyerapan tenaga kerja di sektor manufaktur. 

Pada 2022, penyerapan tenaga kerja sektor manufaktur sebesar 28,27 persen.

Angka itu menurun pada 2023 menjadi sebesar 26,25 persen. 

Sementara pada sektor jasa, penyerapan tenaga kerja di Kota Semarang mengalami peningkatan dari 70,27 persen pada 2022 menjadi 71,51 persen pada 2023. 

Sedangkan pada sektor pertanian, penyerapan tenaga kerja dari 1,46 persen pada 2022 menjadi 2,24 persen pada 2023. 

"Itu jadi sinyal karena industri manufaktur jadi penompang."

"Supaya nanti tidak tambah terpuruk, perlu ada upaya yang lebih konkret bagaimana menangani sektor industri manufaktur," ujar Rudi. 

Dia menyebut, ada beberapa faktor penyebab menurunnya penyerapan tenaga kerja sektor manufaktur.

Di antaranya resesi ekonomi negara tujuan ekspor.

Kemudian kenaikan bahan baku juga bisa menjadi penyebab turunnya penyerapan tenaga kerja.

Disamping itu, adanya penurunan permintaan produk. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved