Berita Jateng
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Pantura Jateng
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memperingatkan potensi banjir rob yang diprediksi akan melanda wilayah pesisir Pantura Jateng.
Penulis: budi susanto | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memperingatkan potensi banjir rob yang diprediksi akan melanda wilayah pesisir Pantura Jateng mulai 6 hingga 13 November 2024.
Banjir rob tersebut disebabkan oleh aktivitas pasang air laut yang memengaruhi dinamika pesisir di wilayah tersebut.
“Kami sudah mengeluarkan peringatan dini untuk banjir pesisir. Ada potensi banjir di wilayah Pantai Utara Jateng,” ungkap Ganis Erutjahjo, Koordinator Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Emas Semarang, Jumat (8/11/2024).
Baca juga: Gempa Terkini Siang Ini 2 Menit yang Lalu, Jumat 8 November 2024, Info BMKG
Ia juga menjelaskan bahwa curah hujan tinggi yang bersamaan dengan air pasang dapat meningkatkan ketinggian air laut, memicu banjir pesisir atau rob di berbagai daerah.
Menurut Ganis, beberapa wilayah di Jatent yang rawan banjir rob meliputi Morodemak, Kabupaten Pekalongan (terutama Wonokerto), Kota Pekalongan di sekitar Pantai Sari, serta wilayah Genuk di Semarang dan Sayung di Demak.
“Khusus daerah dengan daratan lebih rendah dibanding permukaan laut, potensi tergenang lebih tinggi,” katanya.
Baca juga: Gempa Baru Saja Terjadi Pagi Tadi, Jumat 8 November 2024, Cek Lokasi dan Magnitudo Info BMKG
BMKG mengimbau masyarakat pesisir Pantura untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi arahan dari pihak berwenang guna mengurangi risiko.
Ganis juga menyarankan warga selalu meng-update informasi cuaca dari BMKG, terutama dari Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas, demi keselamatan mereka. (*)
| Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Rabu 8 April 2026: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Disertai Petir |
|
|---|
| 80 Persen Tulang Punggung PAD Pemprov Jateng Terganjal Program Pemerintah Pusat |
|
|---|
| Nasib Pengungsi Tanah Gerak di Jateng, Dari Lahan Perhutani Menuju Hunian Tetap Bersertifikat |
|
|---|
| Disperindag Jateng Pantau Harga Bahan Baku Plastik Meroket Sampai 300 Persen, Pengusaha Ngaku Merugi |
|
|---|
| Dishub: Warga Naik Trans Jateng Bisa Hemat BBM Setahun Rp50 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Peta-prakiraan-cuaca-di-Jateng-berlaku-pukul-1330-1640-WIB.jpg)