Berita Semarang
Semarang Agro Expo 2024 Bakal Tampilkan Produk Agro hingga Talkshow
Semarang Agro Expo (SAE) 2024 bakal digelar di Kota Semarang, berlangsung tanggal 15 hingga
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Semarang Agro Expo (SAE) 2024 bakal digelar di Kota Semarang, berlangsung tanggal 15 hingga 17 November 2024 mendatang di UPTD Agrobisnis/BPP Mijen.
SAE 2024 yang digelar Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pertanian ini akan menawarkan berbagai kegiatan, termasuk pameran produk agro, kontes ternak se-Kedung Sepur, gerakan makan sayur dan buah nusantara, tampilan kreasi yogurt, workshop kopi, serta talkshow Kobar Tani.
Selain itu, ada perlombaan seperti lomba tabulampot, lomba storytelling, lomba yel-yel kecamatan se-Kota Semarang, serta pelatihan regeneratif dan buket sayur dan buah.
Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Shotiah menjelaskan, akan ada sebanyak 32 stand di SAE. Stand-stand tersebut akan menampilkan berbagai komoditas, tidak hanya di bidang pertanian tetapi juga hortikultura.
Produk yang ditampilkan seperti durian, kopi, alpukat dan sebagainya.
"Selain itu, kami juga menghadirkan edukasi tentang pemanfaatan limbah organik menjadi Magot dan pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM). Intinya, smart farming akan ditampilkan di Semarang Agro Expo," kata Sotiah.
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, atau akrab disapa Mbak Ita, menyampaikan bahwa acara ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat secara aktif.
Menurutnya, ada beragam kegiatan yang melibatkan masyarakat.
"Kontes hewan ternak di lingkup Kedung Sepur akan digelar di Balai Pertanian agar semua dapat dioptimalkan," katanya.
Mbak Ita, sapaannya menjelaskan bahwa alasan SAE diadakan di Balai Pertanian adalah untuk memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak, seperti menanam padi, melihat sistem Internet of Things (IoT), dan memerah sapi.
"Kami ingin kegiatan ini bukan hanya seremoni, tetapi benar-benar diimplementasikan sesuai arahan Presiden, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka," imbuhnya.
Menurutnya, lokasi Balai Pertanian juga terhubung dengan Balai Benih Ikan, yang merupakan pusat pengembangan riset-riset di bidang pertanian.
"Dengan SAE ini, kami berharap tercipta inovasi dan pengembangan pertanian, seperti durian Wijaya dari Karangmalang Mijen dan durian-durian lain yang belum memiliki nama. Di Semarang baru ada durian bersertifikat, yakni Malika dan Kholil," jelasnya.
Di SAE, akan dipamerkan produk-produk unggulan.
"Walaupun namanya Agro Expo, kami ingin bekerja sama dengan para champion dalam bidang ini. Saat kami bertemu dengan Menteri Pertanian (Mentan) kami melihat hasil champion yang luar biasa, sehingga kami ingin produk champion seperti wol dari domba, minyak bawang, dan gula aren dihadirkan untuk menarik pangsa pasar," tambahnya.
Acara ini juga akan menjadi uji coba untuk pertanian terpadu dari hulu ke hilir, di mana anak-anak dapat belajar menanam menggunakan transplanter, melihat langsung sistem IoT, juga belajar smart farming. "Intinya, di SAE mengangkat tentang smart farming,” imbuhnya. (*)
| Wali Kota Semarang Respons Viral Dugaan Parkir Liar di Kota Lama, Minta Penertiban Diperketat |
|
|---|
| Warisan Sejak 1960 dalam Koper Kecil: Kisah Ali Menjaga Tradisi Cuci Mata di Kota Semarang |
|
|---|
| "Tuhan Tidak Tidur!" Sumpah Serapah Iringi Vonis 3 Tahun Jap Ferry Sanjaya Kasus Plaza Klaten |
|
|---|
| Soroti Relokasi PKL, Ketua Komisi C DPRD Pati Joni Kurnianto Raih Doktor Cumlaude dari FH Untag |
|
|---|
| PLTS Jadi Tren, Industri di Semarang Mulai Beralih ke Energi Surya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Lokasi-konferensi-pers-Semarang-Agro-Expo-SAE-2024-bertepat.jpg)