Melihat Produksi Kerajinan Gerabah Anglo di Makam Haji
Bu Purwanti seorang pengrajin gerabah anglo di Makam Haji, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo mengatakan hingga kini masih banyak peminat anglo.
Tayang:
Editor:
iswidodo
tribunjateng/mahasiswa UIN Solo Magang
MEMBUAT ANGLO - Pemilik usaha gerabah anglo Purwanti sedang menunjukkan hasil gerabah anglo, Kartasura, Kota Sukoharjo, Sabtu (9/11/2024) siang.
Kemudian dijemur, proses penjemuran ini membutuhkan waktu yang tidak menentu. Jika cuaca mendukung maka hanya membutuhkan waktu 2-3 harian. Hal itu berdampak pada proses pembakaran, karena proses pembakaran menunggu anglo yang kering terkumpul . Proses terakhir yaitu pemberian warna merah. (Tri Okviana Rahmawati, mahasiswa Prodi Tadris Bahasa Indonesia UIN Raden Mas Said Surakarta magang Tribunjateng.com)
Baca Juga
| Jemaah Haji Tegal Bawa Cobek di Koper, Petugas juga Temukan Tempe Orek 5 Kg dan Rokok 100 Slop |
|
|---|
| Diduga Gangguan Jiwa Kumat, Anak Tega Aniaya Ibu Kandung Pakai Cobek Batu di Pekalongan |
|
|---|
| Berstatus Jalan Kabupaten, 1,6 Kilometer Jalan di Sukorejo Masih Tanah Liat |
|
|---|
| "Berkahnya Para Wali Bagi Kami" Pedagang Gerabah Mengais Cuan di Tradisi Syawalan Kaliwungu Kendal |
|
|---|
| Pasar Rakyat Dugderan Semarang, Gerabah dan Mainan Tradisional Laris Manis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/anglo-dibuat-di-makam-haji-sukoharjo.jpg)