Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

OTT KPK

Ini Alasan Gubernur Bengkulu Dikenakan Baju Polantas saat Terjaring OTT KPK

Viral di media sosial video yang merekam Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dikenakan baju Polantas saat terjaring operasi

Tayang:
Editor: rival al manaf
Tangkapan layar YouTube Kompas.com
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah memakai baju polantas saat dibawa KPK ke Polrestabes Bengkulu, Minggu (24/11/2024). Pemakaian baju polantas ini bertujuan untuk mengelabui pendukungnya yang berada di depan Polrestabes Bengkulu. 

TRIBUNJATENG.COM - Viral di media sosial video yang merekam Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dikenakan baju Polantas saat terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Video itu merekam ketika Rohidin digelandang penyidik untuk diperiksa pada Sabtu (23/11/2024).

Saat dibawa tim KPK, Rohidin baju polisi lalu lintas (polantas).

Baca juga: 3 Jam KPK Kejar Gubernur Bengkulu dan Sempat Dikepung Simpatisan, Rohidin pun Pakai Jaket Polantas

Baca juga: Demi Kepentingan Pilkada, Gubernur Bengkulu Cairkan Gaji Guru Honorer

Video detik-detik Rohidin berseragam polantas, viral di media sosial. Video tersebut diambil di Markas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bengkulu, Minggu (24/11/2024).

Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur mengatakan, penggunaan seragam polantas itu bertujuan sebagai kamuflase.

"Dalam rangka kamuflase supaya tidak menjadi sasaran dari orang-orang yang ada di situ," ujarnya, Minggu, dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu.

Asep menegaskan, penggunaan jaket Polantas itu bukan terjadi saat pemeriksaan.

"Tidak pada saat pemeriksaan, tapi hanya ketika keluar kemudian dalam kerumunan, setelah itu sampai di sini kan mungkin teman-teman lihat, tidak menggunakan lagi kan," ucapnya.

Senada dengan Asep, Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Bengkulu Kombes Pol Deddy Nata juga menyampaikan, penggunaan baju polantas itu bertujuan untuk mengelabui massa.

Menurut Deddy, pendukung Rohidin berjaga di depan Polresta Bengkulu sejak Sabtu (23/11/2024) malam.

Massa mengadang dan memeriksa setiap mobil yang masuk maupun keluar dari Markas Polresta Bengkulu.

Oleh karena itu, Deddy memerintahkan anggotanya untuk memakaikan seragam polantas kepada Rohidin.

"Dengan situasi yang cukup genting tersebut saya memerintahkan secara spontan untuk menggunakan baju seragam polantas, yang memang ada di situ yang terlihat oleh saya," ungkapnya, Minggu, dikutip dari Tribun Bengkulu.

Lalu, saat Rohidin dibawa ke Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu, untuk diterbangkan ke Jakarta, Gubernur Bengkulu tersebut diangkut menggunakan mobil Inafis.

Massa sempat mengadang. Namun akhirnya, mobil tersebut bisa lolos dari pengadangan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved