Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Relawan Jokowi Kritik PDIP, Jangan Buruk Muka Cermin Dibelah

Ketua AAJ Muhammad Isnaini kritik Hasto Kristiyanto soal tudingan curang di Pilgub Jateng. Isnaini sebut mekanisme hukum terbuka, jangan asal tuduh.

Tayang:
agus iswadi
Ketua Umum AAJ Muhammad Isnaini. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto terkait hasil Pilgub Jateng menuai respons keras dari Ketua Umum Relawan Alap-Alap Jokowi (AAJ), Muhammad Isnaini.

Hasto sebelumnya menyoroti kemenangan pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin yang unggul sekitar 20 persen atas pasangan Andika Perkasa-Hendrar Prihadi berdasarkan hasil hitung cepat.

Muhammad Isnaini menilai pernyataan Hasto cenderung melebar dan mengarah pada Presiden Joko Widodo dengan tuduhan yang tidak relevan.

“Negara ini negara hukum, bukan negara rimba. Kalau merasa ada kecurangan, silakan bawa ke Bawaslu atau MK. Jangan membuat narasi yang membabi buta karena masyarakat nanti yang jadi korban,” ujar Isnaini, Sabtu (30/11/2024).

Isnaini menegaskan bahwa Pilgub Jateng berjalan sesuai koridor aturan yang berlaku.

Dia menyebut pernyataan Hasto terkait dugaan "pemagaran" oleh Presiden Jokowi sebagai sesuatu yang mengada-ada.

“Presiden punya hak prerogatif, terutama untuk posisi seperti Kapolri. Semua itu ada prosesnya, termasuk fit and proper test di DPR yang melibatkan wakil PDIP,” tegas Isnaini.

Ketua Umum AAJ ini juga mengkritik pernyataan Hasto yang dianggapnya kerap tendensius dan menyerang Jokowi secara personal.

“Setiap kalah selalu curang. Pernyataan seperti ini malah meremehkan kerja KPUD, Bawaslu, dan mekanisme hukum seperti MK,” tambah Isnaini.

Menurutnya, tuduhan tanpa bukti hanya akan menciptakan preseden buruk bagi pendidikan politik dan demokrasi di Indonesia.

“Jika ada sengketa, silakan gunakan mekanisme hukum yang tersedia. Jangan seperti pepatah buruk muka cermin dibelah,” tandasnya.

Isnaini menilai tudingan sepihak seperti yang dilontarkan Hasto hanya memperburuk suasana demokrasi.

“Ini bukan pembelajaran politik yang baik. Demokrasi harus dihormati, termasuk hasil yang tidak sesuai harapan,” pungkas Isnaini.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved