Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN Walisongo Gelar ICRE 2024, Bahas Tentang Kelestarian Lingkungan

Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar International Conference on Religion and Environment (ICRE) 2024

Tayang:
Penulis: hermawan Endra | Editor: muslimah
Istimewa
Mengambil tema Interfaith Voices for the Environment: The Role of Religion for a Sustainable Planet, Penyelenggaraan ICRE 2024 berlangsung selama dua hari, yakni 11-12 Desember 2024 di MG Setos, Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar International Conference on Religion and Environment (ICRE) 2024.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil deklarasi Istiqlal yang salah satu poin pentingnya adalah terkait dengan isu agama dan lingkungan

Rektor UIN Walisongo Prof Nizar Ali mengatakan, ICRE 2024 melibatkan para tokoh lintas agama untuk membahas tentang kelestarian lingkungan dan perubahan iklim. Kegiatan ini menjadi refleksi bersama akan urgensi dalam menjaga bumi.

Mengambil tema Interfaith Voices for the Environment: The Role of Religion for a Sustainable Planet, Penyelenggaraan ICRE 2024 berlangsung selama dua hari, yakni 11-12 Desember 2024 di MG Setos, Kota Semarang.

Prof Nizar Ali menambahkan, dunia saat ini menghadapi tantangan besar, seperti perubahan iklim, permasalahan lingkungan, serta hilangnya keanekaragaman hayati. Solusi tidak hanya berbasis sains dan teknologi, tetapi juga mengakar pada nilai-nilai luhur, kebijaksanaan, dan etika dari berbagai tradisi keagamaan.

Sebagai tuan rumah, kata dia, UIN Walisongo Semarang merasa terhormat menjadi bagian dari inisiatif yang mempertemukan para pemimpin lintas agama, ilmuwan, serta aktivis dari berbagai latar belakang untuk mewujudkan tanggung jawab moral terhadap lingkungan.

"Porsi kita sebagai perguruan tinggi islam tentu ini harus berkontribusi dalam konteks menyuarakan pesan-pesan agama terkait dengan peran agama dalam konteks melestarikan bumi," ujarnya.

Ia menjelaskan konferensi tersebut bertujuan, antara lain mengeksplorasi wawasan teologis dari berbagai tradisi keagamaan yang menginspirasi etika lingkungan, serta mengatasi isu lingkungan, termasuk dampak degradasi lingkungan pada masyarakat rentan.

"Ketiga, menyampaikan kisah inspiratif melalui studi kasus inisiatif lingkungan berbasis agama. Lalu, memfasilitasi kerja sama dan jaringan lintas sektor, termasuk organisasi keagamaan, kelompok lingkungan, dan pemerintah," katanya.

Selain itu, mengintegrasikan isu keberlanjutan dan perubahan iklim dalam pendidikan agama untuk generasi mendatang.Mendukung kebijakan berbasis nilai agama untuk keberlanjutan lingkungan dan Merumuskan deklarasi global sebagai wujud komitmen bersama untuk tindakan nyata.

"Bagaimana menghadirkan nilai-nilai dari agama dan kemanusiaan terkait dengan penyelamatan lingkungan, sampai pada level bagaimana membuat instrumen yang memungkinkan isu lingkungan ini menjadi gerakan bersama sehingga instrumennya bisa melalui jalur penyebaran masyarakat, melalui jalur pendidikan, melalui kebudayaan," katanya.

Hasil dari kegiatan ini diharapkan bisa sebagai policy paper. Ia mengambil contoh misalkan dalam pernikahan, ada gerakan menanam pohon menjadi bagian dari mahar ketika akad nikah.

"Nah, itu gerakan tidak hanya pada level konseptual, tapi aksi," imbuhnya.

Beberapa tokoh agama dari sejumlah negara yang hadir, antara lain Prof. Frans Wijsen (Radboud University, Nijmegen, The Netherlands), Dr. Jonathan D. Smith (University of Leeds) dan Syekh Muhammad Athif Iwadh Ramadhan Al-Mishry, MA. (Al-Azhar University Egypt).

Sementara itu, Wakil Menteri Agama Dr. Romo H.R. Muhammad Syafi'i sebelumnya menyoroti peran institusi di bawah Kementerian Agama, khususnya UIN dalam mendukung pelestarian lingkungan berbasis nilai-nilai agama.

"Tugas di Kementerian Agama dan UIN adalah mencari bahan untuk melestarikan lingkungan berdasarkan landasan agama. Harapannya, ayat-ayat tentang pelestarian alam bisa diproduksi oleh UIN Walisongo Semarang sebagai perguruan tinggi yang sudah berpredikat unggul," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved