Sepak Bola
Lebih Kompetitif, Seri kKedua Milklife Soccer Challenge Diikuti 1221 Pesepakbola Putri
Semangat para pesepakbola putri unjuk kebolehan mengolah ‘si kulit bundar’ di lapangan hijau ditunjukkan di ajang MilkLife Soccer Challenge.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Semangat para pesepakbola putri unjuk kebolehan mengolah ‘si kulit bundar’ di lapangan hijau ditunjukkan di ajang MilkLife Soccer Challenge - Semarang Seri kedua 2024 yang berlangsung dari 18-22 Desember di Stadion Universitas Diponegoro (Undip) Tembalang dan Lapangan Arhanud Jatingaleh.
Sebanyak 1.221 pesepakbola putri yang berasal dari 63 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) dari kota Semarang dan sekitarnya ambil bagian dalam turnamen sepak bola putri usia dini yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut.
Para peserta terbagi menjadi 67 tim untuk kategori Kelompok Umur (KU) 12 dan 43 tim untuk KU 10. Mereka bersaing menjadi yang terbaik di kategori masing-masing.
Jumlah keikutsertaan para putri di Seri 2 ini meningkat hampir dua kali lipat dibanding pada penyelenggaraan seri pertama pada bulan Agustus lalu, sebanyak 692 peserta.
Head Coach Assistant MilkLife Soccer Challenge, Asep Sunarya, mengatakan peningkatan jumlah peserta juga dibarengi dengan berkembangnya kualitas para pemain.
Begitu pula dengan hawa kompetitif yang tercipta di lapangan, para siswi mampu menunjukkan performa maksimal. Hal ini tak lepas dari rasa cinta dan motivasi terhadap cabang olahraga sepak bola putri yang mulai tumbuh di level usia dini.
“Penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 2 lebih greget dan kompetitif. Kami mengapresiasi guru-guru yang telah mempersiapkan tim untuk berlaga kali ini, mereka lebih serius dan itu terlihat dari pola performance siswi di lapangan,” ucap Coach Asep.
Ia berharap dapat menemukan talenta-talenta baru yang akan bergabung dalam program MilkLife Extra Training, dimana para siswi akan menjalani latihan ekstra di bawah arahan Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, yang memiliki lisensi kepelatihan UEFA A di Jerman sejak tahun 2007.
Selanjutnya mereka akan mewakili kota Semarang untuk berlaga pada turnamen MilkLife All Star KU12 pada awal tahun 2025.
“Potensi dari putri Semarang pasti ada, terlebih saat ini banyak peserta yang baru ikut. Kami harap ke depan para siswi lebih giat untuk berlatih. Tidak hanya di sekolah saat mau bertanding tetapi juga mengasah kemampuan bersama sekolah sepak bola (SSB) agar semakin menguasai teknik maupun taktik bermain bola,” imbuh Asep.
Salah satu peserta yang antusias menunjukkan keahlian ball mastery (penguasaan bola) adalah Avara Kayana Irawan, siswi kelas VI yang memperkuat lini depan tim SDN Karanganyar Gunung 02.
Setelah melihat semaraknya MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 1, sekolahnya memutuskan ambil bagian pada Seri 2.
Hingga Sabtu (21/12), Avara menunjukkan bakatnya dengan menjadi kandidat kuat pencetak gol terbanyak di KU 12.
“Aku suka ikut MilkLife Soccer Challenge karena bisa mendapat teman baru, yang paling penting aku bisa mengekspresikan diriku untuk mencetak gol. Aku memang suka sepak bola jadi ini kemauanku sendiri untuk ikut turnamen sepak bola, karena aku ingin menjadi pemain timnas putri Indonesia,” ucap Avara yang mengidolakan pemain Timnas Putri Indonesia, Reva Octaviani.
Dari arena pertandingan, terdapat empat tim KU 10 yang memperebutkan tiket menuju final.
| ASTI Masuk Jajaran 15 Besar Akademi Sepak Bola Terbaik di Indonesia |
|
|---|
| Untuk Pertama Kali, Liga Sepak Bola Putri Digelar di Pati |
|
|---|
| Sosok Rudi Eka Ikut Bawa Al Nassr Women Juara, Pernah Melatih Beberapa Klub di Jateng |
|
|---|
| Penyebab Penonton Merusak Stadion saat Tur Messi di India, Berawal Pejabat Caper |
|
|---|
| PSSI Tunda Seluruh Tahapan Kongres Biasa Pemilihan Ketua Asprov di Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Keseruan-pertandingan-MilkLife-Soccer-Challenge-Semarang-Seri-kedua.jpg)