Berita Banyumas
Opera Rakyat 2: Angkat Lokalitas ke Layar Bioskop Purwokerto
Acara Opera Rakyat edisi kedua yang digelar Ourphera Pictures sukses memikat perhatian para penonton di Purwokerto.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: raka f pujangga
Dengan melibatkan berbagai kolaborator, termasuk komunitas film lokal seperti Cilacap Kreatif, festival ini tidak hanya menjadi ajang pamer karya tetapi juga wadah untuk membangun jaringan antarsineas.
"Kami berharap festival ini menjadi tempat para kreator muda untuk saling belajar dan mendukung satu sama lain," tambahnya.
Karya Lokal Berdaya Internasional
Tema “Lokal Iku Lakon” mencerminkan semangat untuk menjadikan isu-isu lokal sebagai pusat perhatian, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Gusmita Linda, dari Ourphera Pictures, menjelaskan bahwa festival ini bertujuan memfasilitasi sineas muda berbakat yang belum memiliki platform untuk memamerkan karya mereka.
"Kami ingin menunjukkan Purwokerto memiliki sineas-sineas yang berkualitas dan layak diapresiasi oleh masyarakat luas," terangnya.
Menurut Gusmita, salah satu daya tarik utama festival ini adalah keberagaman karya yang ditampilkan.
"Semua karya ini menggambarkan potret kekayaan budaya lokal yang dipadukan dengan kreativitas sineas muda," jelasnya.
Salah satu pengunjung, Febrionik (30), menyebut acara ini sebagai momentum penting bagi sineas muda.
"Film ‘3 Pencuri & Sanggar yang Ditinggalkan’ paling menarik bagi saya.
Dari sinematografi hingga pesan yang disampaikan, semuanya luar biasa. Harapan saya, acara seperti ini bisa lebih sering diadakan," ungkapnya.
Febrionik juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah dan komunitas lokal dalam memastikan keberlanjutan festival ini.
"Acara seperti ini membuka peluang bagi sineas lokal untuk berkembang, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mendukung karya anak bangsa," imbuhnya.
Kolaborasi untuk Masa Depan
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Banyumas, Drs. Setia Rahendra, M.Si. mengapresiasi festival ini.
| Obat Jangan Sampai Kosong, Wabup Banyumas Ingatkan Risiko Fatal Jika RKO Tak Disusun Tepat |
|
|---|
| Waspada! Gempa Gunung Slamet Melonjak 10 Kali Lipat dalam 2 Hari, Suhu Kawah Mulai Memanas |
|
|---|
| Sudah Keropos Setelah 34 Tahun, Jembatan Serayu Banyumas Siap Direhabilitasi Total Juni Mendatang |
|
|---|
| Warga Banyumas Tertipu Jual Beli Rumah Fiktif, Rugi Rp107 Juta Ternyata Sudah Terjual Sejak 2005 |
|
|---|
| Operasional Trans Banyumas Terancam Off Akhir Agustus 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Para-partisipan-Acara-Opera-Rakyat-edisi-kedua-yang-digelar-Ourphera-Pictures.jpg)