Berita Kudus
Wisata Air Jadi Magnet Tersembunyi di Lereng Gunung Muria Kudus
Desa Rahtawu menyimpan potensi destinasi wisata yang cukup indah dan mempesona.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Desa Rahtawu sebagai desa wisata kini semakin dikenal luas oleh masyarakat dari berbagai daerah.
Desa di Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, itu terletak di lereng Gunung Muria.
Desa Rahtawu menyimpan potensi destinasi wisata yang cukup indah dan mempesona. Satu di antaranya wisata air yang dikembangkan oleh masyarakat sekitar dengan memanfaatkan air sungai.
Baca juga: Destinasi Wisata di Lereng Gunung Muria Kudus Jadi Primadona, Kunjungan Wisatawan Naik 30 Persen
Kini, wisata air di Desa Rahtawu menjadi magnet tersembunyi bagi para wisatawan dari berbagai daerah yang tertarik berkunjung untuk mengeksplore potensi alam sekitar.
Beragam spot wisata kini sudah hadir di Rahtawu, menyambut para wisatawan yang berkunjung. Mulai dari Joglo Dopang, Lenk Dopang, dan beragam spot wisata lainnya rintisan masyarakat.
Pesona Desa Wisata Rahtawu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung, utamanya menyasar spot wisata air, alam, hingga kuliner khas daerah sekitar.
Satu di antara destinasi wisata yang terus menunjukkan tren pengembangan positif adalah Lenk Dopang.
Manajemen pengelola Lenk Dopang mengembangkan spot wisata ramah anak-anak dengan menyiapkan tiga kolam renang memanfaatkan sumber langsung dari sungai.
Tak hanya itu, spot wisata menantang yang cocok untuk remaja dan orang dewasa seperti river tubing atau susur sungai juga disediakan.
Bahkan terbaru telah tersedia fasilitas glamping yang bisa diakses masyarakat dari luar daerah. Memberikan fasilitasi bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana malam bersama keluarga di lereng pegunungan Muria.
Pengelola Lenk Dopang, Agung Priyanto mengatakan, pengembangan spot wisata yang dilakukan pertama adalah tiga kolam renang, terdiri dari dua kolam renang anak-anak dan satu kolam renang khusus dewasa.
Konsep yang hendak diambil dari kolam renang Lenk Dopang adalah kembali ke alam. Dibuat dengan memanfaatkan aliran sungai sekitar yang masih terjaga keasriannya.
Suasana sejuk pegunungan pun menjadi keunggulan spot wisata air di Rahtawu, dibandingkan dengan spot wisata air lainnya.
"Setelah menyulap tiga kolam renang, kami buka resto sederhana dalam rangka memberikan fasilitasi kepada pengunjung dengan konsep sederhana. Mulai dari aneka minuman, makanan ringan, juga makanan berat kami siapkan," terangnya, Senin (6/1/2025).
Lebih lanjut, manajemen Lenk Dopang mengembangkan potensi lainnya berupa wahana river tubing dengan memanfaatkan arus sungai.
Meski baru hadir tiga tahun terakhir, peminat river tubing cukup menjanjikan, datang dari berbagai daerah seperti Semarang, Rembang, Pati, Demak, Jepara, dan beberapa daerah di Jawa Tengah dan sekitarnya.
Tiket wahana river tubing Lenk Dopang dibandrol mulai Rp 60.000 per orang untuk jarak 200 meter dan Rp 150.000 per orang untuk jarak 2 kilometer.
River tubing paling diburu pengunjung adalah jarak 200 meter, satu kelompoknya minimal diisi empat orang untuk bisa mengakses wahana susur sungai Lenk Dopang.
"Kalau musim penghujan, kami sesuaikan kondisi sungai. Jika air sungai naik, river tubing kami stop dahulu. Intinya fleksible dengan melihat kondisi alam," ujarnya.
Wahana teranyar di Lenk Dopang adalah glamping yang baru dibuka dua bulan.
Saat ini sudah ready tiga unit tempat penginapan ukuran 4x6 meter persegi jenis tenda dan 3x6 meter persegi jenis bangunan semi permanen.
Fasilitas glamping bisa diakses mulai dari Rp 350.000 ribu per hari atau 20 jam. Pengunjung sudah bisa memanfaatkan akses wifi gratis selama berkunjung di Lenk Dopang.
Saat ini glamping Lenk Dopang sudah diminati puluhan wisatawan dari berbagai daerah.
Rencananya bakal dibuat depalan unit penginapan yang terus berproses.
"Untuk glamping ini sengaja kami sediakan untuk memberikan fasilitasi bagi wisatawan dari luar kabupaten/kota supaya lebih lama berwisata di Kudus," terang dia.
Pada momentum Libur Natal, akhir tahun 2024 dan awal tahun 2025, tingkat kunjungan di Lenk Dopang meningkat dua kali lipat dari hari biasanya.
Pengunjung pada weekend hari biasa berkisar 200-300 orang, sementara pada momentum Nataru tembus 500 pengunjung setiap hari. (Sam)
Baca juga: Destinasi Wisata Segmen Keluarga Jadi Idaman Liburan di Kudus
| Tribun Jateng dan Pemuda Pancasila Kudus Berjabat Tangan |
|
|---|
| Bayar PBB di Kudus Makin Mudah, Bisa dari Rumah, Ini Linknya |
|
|---|
| Samani Komitmen Tingkatkan Indeks Pembangunan Manusia di Kudus |
|
|---|
| Kudus Raih Tiga Penghargaan dalam Ajang Top BUMD Award 2026 |
|
|---|
| Bupati Samani Bangga dengan Putra Daerah Kudus yang Berkontribusi di Tingkat Nasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/asyik-bermain-air-di-spot-wisata-air-Lenk-Dopang.jpg)