Rabu, 13 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Kisah Siswa SD Bukannya Senang, Malah Menangis Saat Mendapat Makan Gratis, Ternyata Ini Alasannya

Bukannya senang dapat makan bergizi gratis (MBG), seorang siswa kelas 1 malah menangis Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pandian 1.

Tayang:
Editor: raka f pujangga
KOMPAS.com/Nur Kholis
Aufal Mahrom Salim (7), siswa kelas 1 SDN Pandian 1, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, menangis tidak mau menu makanan bergizi gratis karena sudah bawa bekal dari rumah, Senin (13/1/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, SUMENEP - Bukannya senang dapat makan bergizi gratis (MBG), seorang siswa malah menangis.

Tangis Aufal Mahrom Salim (7) pecah di hari pertama program MBG di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Senin (13/1/2025).

Siswa tersebut menolak jatah makan bergizi gratis sejak gurunya membagikan makanan itu di kelasnya.

Baca juga: Cegah Kebosanan Peserta Didik, Menu Makan Bergizi Gratis di Blora Setiap Hari Akan Berbeda

Siswa kelas 1 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pandian 1, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, itu pun membuat panitia terheran-heran.

"Saya sudah bawa bekal sendiri," kata Aufal, sapaan akrabnya, kepada Kompas.com, Senin (13/1/2025).

Kawan Aufal yang duduk berdampingan, sempat membujuknya agar tidak menangis.

Kawan lainnya, yang duduk di belakang kursi Aufal, juga sempat melakukan hal yang sama namun tidak berhasil. 

Bahkan, Sekretaris Daerah Sumenep, Edy Rasyadi, dan Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Agus Dwi Saputra, yang meninjau program tersebut, juga sempat berusaha menghibur dan mengajak Aufal untuk makan bersama.

Namun tetap ditolak.

Hingga makan bersama digelar, Aufal tetap tidak makan dan masih sesenggukan karena menangis. 

Sesekali dia mengusap air matanya dengan kedua tangannya. 

"Dia suka masakan mamanya, (orangnya) suka milih memang," jelas Nurul Komariyah (39), wali kelas Aufal. 

Setiap hari, biasanya Aufal membawa bekal roti dari rumahnya.

Nurul Komariyah sempat menunjukkan kotak persegi empat yang berisi roti milik Aufal.

"Biar nanti dibungkus dan dibawa pulang ya," bujuk Nurul.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved