Berita Pati
Belum Dapat Bantuan Puso 2023, Kades Curhat di Kantor BNPB
Ribuan petani di Kabupaten Pati mengaku belum menerima bantuan puso atau bantuan stimulan gagal panen tahun 2023.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, PATI - Ribuan petani di Kabupaten Pati mengaku belum menerima bantuan puso atau bantuan stimulan gagal panen tahun 2023.
Mereka pun menanyakan perihal pencairan bantuan tahap kedua tersebut ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta.
Diwakili kepala desa dan pengurus kelompok tani dari Kecamatan Pati, Jakenan, Kayen, dan Sukolilo, mereka beraudiensi di BNPB, Jumat (17/1/2025).
Baca juga: 422 Petani di Kudus Terima Bantuan Lahan Puso
Kepala Desa Talun, Kecamatan Kayen, Maksum, mengatakan bahwa bantuan puso tahap dua belum cair dan hal ini menjadi polemik di masyarakat.
"Ada sejumlah daerah yang sudah cair, tapi ada juga yang belum. Ini yang menjadi masalah. Tak sedikit masyarakat yang justru menyalahkan kepala desa. Padahal anggarannya memang belum dicairkan dari BNPB, " jelas dia via sambungan telepon.
Menurut dia, anggaran sudah cair di Kecamatan Gabus, Pati, dan Kabupaten Kudus.
"Sawahnya bersebelahan antara Desa Wuwur, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, dan sawah di wilayah Kabupaten Kudus. Dua-duanya sudah cair, tapi petani Desa Talun belum. Akhirnya banyak petani yang mempertanyakan hal itu pada kami," papar Maksum.
Dia berharap bantuan tersebut bisa segera dicairkan. Jika tidak, dia khawatir akan ada konflik lebih lanjut.
"Kami justru merasa dibenturkan. Kami dikira mengambil uang petani. Padahal memang belum cair," keluh dia.
Senada, Kepala Desa Wegil, Kecamatan Sukolilo, Heri Priyanto, juga merasakan hal serupa.
Dia berharap, setelah audiensi di BNPB, bantuan bisa dicairkan secepatnya.
"Karena kamilah yang berhadapan dengan masyarakat. Kami berharap segera dicairkan," kata dia.
Salah satu petani Pati, Nurhadi, menyebut bahwa selain memunculkan kecurigaan masyarakat terhadap kepala desa, tak kunjung cairnya bantuan puso tahap kedua di Kabupaten Pati juga dirasakan oleh kelompok tani.
"Sudah lama, masih belum ada kejelasan. Akhirnya kami yang benjut. Siang malam kami didatangi teman-teman yang menanyakannya. Petani sudah susah menghadapi hama tikus, risiko banjir, ini tambah masalah lagi," keluh dia.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya membenarkan adanya audiensi yang dilakukan kepala desa dan perwakilan kelompok tani ke BNPB.
Mereka mencari kepastian pencairan bantuan puso tahap 2.
Dia memaparkan, dalam usulan pencairan bantuan puso tahap kedua ini, masih tersisa 6.708 petani dari 89 poktan di 26 desa di Pati.
Alasan Irianto Anggota Pansus DPRD Pati Hendak Dikalungi Obat Masuk Angin, Langsung Ditolak |
![]() |
---|
HEBOH Irianto Anggota Pansus Hak Angket DPRD Pati Tolak Dikalungi Obat Masuk Angin: Ada yang Bocor |
![]() |
---|
Kelompok Warga Pro-Sudewo Mendadak Muncul, Berharap Bupati Pati Sudewo Bertahan Hingga 2030 |
![]() |
---|
Di Posko AMPB, Warga Nobar Pemeriksaan Bupati Pati Sudewo di KPK |
![]() |
---|
Bupati Pati Sudewo Diperiksa KPK Hari Ini, AMPB Batal Demo jika Ada Penetapan Tersangka |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.