Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Batang

Ragam Respons Pelajar SMK terhadap Program MBG di Batang

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang mendapat berbagai respons dari pelajar di jenjang SMK. 

|
Penulis: dina indriani | Editor: rival al manaf
Foto dok Diskominfo Batang
Sejumlah pelajar SMKN 1 Kandeman Batang saat menyantap MBG. 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang mendapat berbagai respons dari pelajar di jenjang SMK. 

Program ini tidak hanya membantu menghemat uang saku, tetapi juga memunculkan harapan agar ada varian menu yang lebih kekinian.

Rintania, siswa kelas XII di SMKN 1 Kandeman, mengungkapkan bahwa sejak dimulainya program MBG, ia dan teman-temannya mampu menghemat uang saku hingga 50 persen. 

"Setiap hari mendapatkan uang saku Rp20 ribu dari ayah, sebelum ada MBG paling sisa Rp5 ribu, sekarang bisa sisa Rp10 ribu," ujarnya.

Meskipun mendapat menu makan sehat setiap pukul 11.00 WIB, Rintania mengaku masih membeli makanan ringan di kantin saat jam istirahat. 

Sebelum ada program makan gratis, ia menghabiskan jajan hingga Rp7 ribu, namun kini hanya Rp5 ribu. 

Pada hari pertama, ia menikmati nasi dengan lauk telur, sayur, susu, dan jeruk. Hari kedua mencicipi nasi, ayam, sayur, dan pisang, sedangkan hari ketiga nasi, ikan asin, capcai, dan buah salak. 

Menurut Rintania, rasa makanan hari pertama kurang meresap, tapi pada hari kedua dan ketiga rasanya sudah semakin sedap.

"Kalau boleh milih, menu yang paling enak tuh hari kedua karena ada ayamnya," jelasnya.

Sementara itu, Abel dan Febby lebih menyukai menu hari ketiga dengan ikan asin dan capcai. 

"Tiap hari menunya beda-beda, tapi hari ini paling enak, sedap ada ikan asinnya," ujar keduanya.

Mereka berharap ada variasi menu kekinian yang disukai generasi z, seperti rendang atau seblak.

Kepala SMKN 1 Kandeman Agus Surono menjelaskan bahwa varian menu dan takaran porsi telah ditentukan oleh ahli gizi dari Dapur Sehat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Untuk gizi sudah ditentukan oleh Badan Gizi Nasional, jadi anak-anak tidak bisa pesan menu yang kekinian karena petugas SPPG sudah tahu nutrisi yang paling tepat," pungkasnya.(din)

 

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved