Jumat, 12 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Banjir Grobogan

Dampak Banjir di Grobogan: Jalur Transportasi Putus hingga 16 Hektar Lahan Pertanian Terendam

Banjir melanda Kabupaten Grobogan pada Selasa (21/1/2025) pagi. Banjir menyebabkan kerugian di sejumlah sektor.

Tayang:
Tribun Jateng/Fachri Sakti Nugroho
Banjir di Kabupaten Grobogan menyebabkan kerugian di sejumlah sektor, Selasa (21/1/2025) pagi. 

TRIBUNJATENG.COM, GROBOGAN - Banjir melanda Kabupaten Grobogan pada Selasa (21/1/2025) pagi.

Banjir menyebabkan kerugian di sejumlah sektor.

Diketahui, 16 desa dari 7 kecamatan di Kabupaten Grobogan terendam banjir yang disebabkan oleh hujan deras dan kiriman air dari hulu Sungai Lusi, Sungai Serang, dan Sungai Tuntang, Selasa (21/1/2025).

Baca juga: BREAKING NEWS- Banjir Terjang Grobogan, 16 Desa di 7 Kecamatan Terdampak

Curah hujan intensitas tinggi sejak Senin (20/1/2025) malam memicu meluapnya sungai-sungai besar di wilayah Grobogan

Luapan air dari hulu Sungai Lusi, Sungai Serang, dan Sungai Tuntang tidak mampu ditampung.

Air pun meluap dan membanjiri sejumlah kawasan, terutama di daerah-daerah yang berada di sepanjang aliran sungai.

Akibat banjir tersebut, sejumlah jalur transportasi tutup dan lahan pertanian terendam.

Saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan telah melakukan langkah-langkah penanganan bencana, seperti pemantauan daerah aliran sungai hingga evakuasi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto, menyebut pihaknya akan memprioritaskan evakuasi di wilayah yang paling parah terdampak banjir.

"Proses evakuasi dilakukan oleh BPBD setempat, dengan prioritas pada perumahan-perumahan yang terendam dan daerah dengan ketinggian air yang cukup tinggi," ujar Wahyu dalam keterangannya kepada TribunJateng.com, Selasa (21/1/2025).

Dampak banjir di Grobogan

Kecamatan Toroh

Desa Katong: Terputusnya jalur transportasi antara Desa Katong dan Desa Sedadi akibat ketinggian air 30-70 cm.

Sawah yang ditanamani padi berumur 65 hari dengan rincian sebagai berikut:

1. Kelompok tani kumala karya I : 8 Hektar

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved