Jawa Tengah
Daftar Daerah Termiskin di Jawa Tengah, Kebumen Pertama, Kota Semarang Terakhir
Berikut ini daftar daerah termiskin di Jawa Tengah berdasar data dari Badan Pusat Statistik (BPS).
TRIBUNJATENG.COM - Berikut ini daftar daerah termiskin di Jawa Tengah berdasar data dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Disebut daerah termiskin dalam artian kabupaten atau kota tersebut memiliki presentase kemiskinan yang tinggi.
Sebanyak 17 kabupaten di Jawa Tengah menjadi prioritas penanganan kemiskinan karena tercatat memiliki angga kemiskinan di atas rata-rata provinsi maupun nasional.
Baca juga: Sidang Dugaan Pelanggaran Dua Notaris di Jawa Tengah, MPWN Perkuat Pengawasan
Baca juga: Jawa Tengah Akan Tujuan Terbanyak Mudik Lebaran 2022, Waspada di Sejumlah Titik Rawan
Menurut survei Badan Pusat Statistik (BPS) rata-rata kemiskinan di Jawa Tengah pada Maret 2024 sebesar 10,47 persen, sementara rata-rata nasional 9,03 persen.
Angka kemiskinan di Jawa Tengah pada September 2024 turun menjadi 9,58 persen dengan total 3,4 juta warga miskin.
Angka itu mengalami penurunan 307.000 orang.
Kepala Bappeda Jawa Tengah, Harso Susilo menuturkan, daerah yang menjadi prioritas penanganan kemiskinannya didominasi wilayah pertanian dan pedesaan.
“Kalau yang paling bawah, saya ingat itu Kebumen, Brebes, Banyumas, mungkin Banjarnegara, Wonosobo, sampai Cilacap di daerah selatan semua, yang wilayahnya luas luas,” ujar Harso saat diwawancarai Rabu (22/1/2025).
Wilayah miskin di Jateng
Berdasarkan data BPS per Maret 2024, Kebumen menjadi daerah dengan kemiskinan tertinggi di Jawa Tengah, dan Kota Semarang menjadi daerah terendah, yakni 4,03 persen.
Daerah dengan persentase kemiskinannya tertinggi di Jawa Tengah di antaranya Kebumen (15,71 persen), Brebes (15,60 persen), Wonosobo (15,28 persen), Pemalang (14,92 persen), Banjarnegara (14,71 persen), Purbalingga (14,18 persen).
Lalu Rembang (14,02 persen), Sragen (12,41 persen), Klaten (12,04 persen), Banyumas (11,95 persen), Demak (11,89 persen), Grobogan (11,43 persen), Blora (11,42 persen), Purworejo (10,87 persen), Kabupaten Magelang (10,83 persen), Wonogori (10,71 persen), Cilacap (10,68 persen).
“Kalau masalah kemiskinan secara absolut kita sudah tahu, kita sudah turun jadi 9,58 persen dari BPS, tp by name by address tidak ada, jadi hanya persentase saja."
"Masalah kemiskinan memang kompleks sekali dan kita coba. Dari saya, masuk Bappeda itu kan mulai pokja (kelompok kerja) prioritas kemiskinan,” ungkap dia.
Saat ini, Bappeda akan membuat kelompok kerja atau pokja untuk menangani kemiskinan khususnya di 17 kabupaten yang menjadi prioritas Pemprov Jateng.
| Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Rajin Kunjungi Pabrik di Tengah Ambisi Buka 9 Kawasan Industri Baru |
|
|---|
| 22.338 TKA Jateng Didominasi Cina, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Tingkatkan Pengawasan |
|
|---|
| Kalangan Gen Z di Purwokerto 'Terjangkit Demam' Burung Kicau |
|
|---|
| Kenaikan Nilai Investasi di Jateng Tak Berbanding Lurus Dengan Serapan Tenaga Kerja |
|
|---|
| Investor dari Negara Arab dan Cina Maju Mundur Mau Investasi di Jateng, Ada Apa? |
|
|---|