Mudik Lebaran 2025
Berikan THR Lebih Awal dan Terapkan WFA: Usulan Menhub Guna Urai Kepadatan Arus Mudik Lebaran 2025
Pemberian THR lebih awal kepada pekerja dimaksudkan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi adalah untuk mengurai kepadatan arus mudik Lebaran 2025.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Dua usulan diutarakan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebagai bagian dari persiapan sekaligus strategi pemerintah untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2025.
Kedua usulan tersebut pun disebut sudah diutarakan secara langsung kepada Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Yakni berkait tunjangan hari raya (THR) dan penerapan sistem kerja work from anywhere (WFA).
Baca juga: Cerita Deni di Balik Program Mudik Gratis: Harapan Kembali ke Kampung Halaman
Baca juga: Arus Mudik Tertinggi di Kabupaten Semarang Capai 40 Ribu Kendaraan Sehari, Puncak Balik 28 Desember
Pemerintah mewacanakan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerja agar diberikan lebih awal.
Tujuannya, agar masyarakat mempunyai waktu yang cukup untuk mengatur waktu dalam perjalanan mudik.
Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi dalam pertemuannya dengan Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli di kantor Kemnaker pada Jumat (24/1/2025).
Dia menyebut, pemberian THR lebih awal kepada pekerja juga bertujuan untuk mengurai kepadatan arus mudik.
"Pemberian THR lebih awal diharapkan dapat memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk menentukan waktu dalam melakukan perjalanan mudik Lebaran," kata Dudy seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (28/1/2025).
Yang disampaikannya itu menjadi bagian dari pertemuan kedua Menteri yang membahas strategi lintas sektor guna memastikan kesiapan penyelenggaraan angkutan yang selamat, nyaman, dan efisien selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2025.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah waktu pembayaran tunjangan hari raya (THR) kepada para tenaga kerja.
Menhub berharap dapat mengoordinasikan ini dengan Kemnaker.
Dudy Purwagandhi menilai, adanya dua momen dua hari besar yakni Hari Raya Nyepi pada 29 Maret 2025 dan Hari Raya Idulfitri yang diperkirakan jatuh pada 31 Maret–1 April 2025 memicu besarnya mobilitas masyarakat.
Menurutnya, batas waktu dimulainya dan selesainya libur akan memengaruhi tingkat kepadatan jalan serta tingginya pemanfaatan layanan di berbagai moda transportasi.
"Masa libur panjang akan berdampak signifikan pada lonjakan pergerakan masyarakat."
"Selain itu, tanggal mulai dan selesainya libur akan berpengaruh pada tingkat kepadatan selama masa angkutan Lebaran."
Jakarta
Mudik Lebaran 2025
Lebaran 2025
Kemnaker
Kemenhub
Kemenag
Hari Raya Nyepi
Idulfitri
Libur Lebaran 2025
Dudy Purwagandhi
nasaruddin umar
Yassierli
Tunjangan Hari Raya
THR
work from anywhere
Universitas Gadjah Mada
Momen Mudik Lebaran, Perajin Wingko Babat Kebanjiran Orderan |
![]() |
---|
Data Pergerakan Arus Mudik pada Kurun Waktu 24 Maret - 2 April 2025 |
![]() |
---|
Kisah Sugiyatmoko Sopir Ambulans di Semarang Tunda Mudik Lebaran Layani Pasien: Rindu Masakan Ibu |
![]() |
---|
Puncak Libur Lebaran, Polresta Pati Gelar Apel Kesiapsiagaan di Pusat Perbelanjaan |
![]() |
---|
Selama 14 Hari Masa Angkutan Lebaran, 22.720 Penumpang Telah Tiba di Stasiun Cepu Blora |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.