Berita Jateng
Cerita Deni di Balik Program Mudik Gratis: Harapan Kembali ke Kampung Halaman
Bagi Muhammad Deni, seorang perantau asal Jateng yang bekerja di Jakarta, mudik bukan sekadar perjalanan
Penulis: budi susanto | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bagi Muhammad Deni, seorang perantau asal Jateng yang bekerja di Jakarta, mudik bukan sekadar perjalanan.
Mudik adalah harapan untuk kembali bertemu keluarga, berbagi tawa, dan melepas rindu yang tertahan selama setahun penuh.
Tahun lalu, Deni bersama istrinya berkesempatan mengikuti program Mudik Gratis yang diadakan Pemprov Jateng, sebuah pengalaman yang ia kenang penuh rasa syukur.
“Saya ikut mudik gratis naik bus waktu itu. Sangat membantu, apalagi biaya mudik biasanya cukup mahal kalau menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum,” cerita Deni kepada Tribunjateng.com melalui sambungan telepon, Jumat (10/1/2025).
Program tersebut, katanya, juga menjadi angin segar bagi rekan-rekannya sesama perantau asal Jateng yang kerap kesulitan mendapatkan moda transportasi terjangkau untuk pulang kampung.
Tahun ini, Pemprov Jateng kembali mengadakan program Mudik Gratis 2025 dengan harapan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Sekda Provinsi Jateng, Sumarno, mengungkapkan program tersebut dikhususkan untuk pekerja sektor informal.
“Ini kesempatan kami membantu masyarakat agar mereka bisa menikmati momen Lebaran bersama keluarga di kampung halaman,” ujar Sumarno di Kompleks Pemprov Jateng.
Namun, tidak semuanya berjalan mulus. Salah satu tantangan adalah memastikan armada bus dan kereta cukup untuk memenuhi kebutuhan peserta.
Tahun lalu, program ini menyediakan 11.400 kursi bus dan 1.088 kursi kereta api, tetapi permintaan masih melampaui kapasitas.
“Kami berkomunikasi dengan dunia usaha untuk menambah armada agar lebih banyak yang bisa pulang,” jelas Sumarno.
Deni juga mengingat tantangan yang dihadapi selama mudik tahun lalu, seperti lokasi titik kumpul yang cukup jauh.
Pemprov Jateng sendiri berencana mengatasi masalah ini dengan membagi titik kumpul ke dalam klaster-klaster yang lebih dekat dengan pemukiman peserta.
“Kalau titik kumpulnya lebih dekat, tentu akan lebih membantu. Jadi biaya tambahan ke lokasi juga bisa ditekan,” ungkap Deni.
Mudik bagi para perantau seperti Deni bukan sekadar pulang. Itu adalah momen mengikat kembali tali kasih yang sempat merenggang karena jarak.
Kasus Merek Momo vs Moo-Moo: Pakar HKI Undip Ungkap Adanya Indikasi Itikad Tidak Baik |
![]() |
---|
Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah Kirim Ratusan Peserta Magang ke Luar Negeri Setiap Tahun |
![]() |
---|
Polda Jateng Tangkap 327 Orang di Jalan Pahlawan Semarang, Kuasa Hukum: Pulang Main Futsal |
![]() |
---|
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas |
![]() |
---|
3,37 Ton Sampah Belum Terkelola Dengan Baik, Pemprov Jateng Upayakan Penyelesaian |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.