Semarang
10 Kali Longsor dan 7 Banjir Terjadi di Kabupaten Semarang Selama Januari 2025
Cuaca ekstrem dari fenomena hidrometeorologi yang melanda wilayah Kabupaten Semarang menimbulkan dampak bencana alam.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Cuaca ekstrem dari fenomena hidrometeorologi yang melanda wilayah Kabupaten Semarang menimbulkan dampak bencana alam.
Dari data BPBD Kabupaten Semarang, terdapat 47 peristiwa bencana berbagai jenis yang terjadi sejak 1 hingga 29 Januari 2025.
Dari jumlah itu, terdapat 10 kejadian tanah longsor.
Beberapa di antaranya terjadi di Desa Nyatnyono (Ungaran Barat), Kelurahan Gedanganak (Ungaran Timur), Desa Brongkol (Kecamatan Jambu), Desa Keseneng (Kecamatan Sumowono), dan lain-lain.
Selain itu, terdapat tujuh peristiwa banjir yang beberapa di antaranya melanda sejumlah titik meliputi Susukan dan Sidomulyo (Ungaran Timur), Karangjati (Bergas), Gedanganak dan Langensari, (Ungaran Barat), serta Tambakboyo (Ambarawa).
Tak hanya longsor dan banjir, pohon tumbang juga sudah terjadi di sejumlah titik.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan mengakui, dalam dua hari terakhir pada Rabu-Kamis (29-30/1/2025), wilayah Bumi Serasi sedang dilanda angin kencang.
“Kami prepare dari wilayah Ungaran sampai Kaliwungu.
Sejak kemarin menangani pohon tumbang, termasuk hari ini satu menara di Masjid Al-Mabrur Kabupaten Semarang roboh,” kata Alexander, Kamis.
Dia menambahkan, bencana alam berpotensi terjadi merata di seluruh wilayah.
Para personel BPBD Kabupaten Semarang, lanjut Alex, akan terus bersiaga selama 24 jam untuk menangani peristiwa bencana yang masih berpotensi terjadi ke depan.
Pasalnya, dari prediksi BMKG, cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung hingga Februari 2025.
“Masyarakat tidak perlu khawatir, namun tetap tingkatkan kewaspadaan.
Segera komunikasikan dengan BPBD, TNI-Polri, serta perangkat desa atau kelurahan setempat jika mendapati wilayahnya yang rawan bencana atau terjadi sesuatu,” pungkas dia. (*)
| Cerita Warga Kalialang Didatangi Gerombolan Monyet: Bedol Singkong hingga Ngopi di Pos Ronda |
|
|---|
| Cerita di Balik Tim 'Pemburu Mayat' Semarang: Pernah Kumpulkan Potongan Jenazah |
|
|---|
| Ratusan Hektar Tambak di Mangunharjo Terdampak Rob, Produksi Ikan Menurun |
|
|---|
| Pawai Ogoh-Ogoh Bakal Digelar di Semarang, Catat Tanggal dan Rutenya! |
|
|---|
| BRI Sisipkan Edukasi Literasi Keuangan saat Gelar Youth Champions League Semarang 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Kepala-Badan-Penanggulangan-Bencana-Daerah-BPBD-Kabupaten-Semarang-123.jpg)