Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Semarang

10 Kali Longsor dan 7 Banjir Terjadi di Kabupaten Semarang Selama Januari 2025

Cuaca ekstrem dari fenomena hidrometeorologi yang melanda wilayah Kabupaten Semarang menimbulkan dampak bencana alam.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: rival al manaf
(DOK TRIBUN JATENG/ REZA GUSTAV)
PERIKSA PERALATAN - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan (kiri) bersama Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Prapto Nugroho (kanan) memeriksa ruang peralatan di Kantor BPBD Kabupaten Semarang, Ungaran Barat untuk persiapan penanganan kebencanaan, Jumat (9/8/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Cuaca ekstrem dari fenomena hidrometeorologi yang melanda wilayah Kabupaten Semarang menimbulkan dampak bencana alam.

Dari data BPBD Kabupaten Semarang, terdapat 47 peristiwa bencana berbagai jenis yang terjadi sejak 1 hingga 29 Januari 2025.

Dari jumlah itu, terdapat 10 kejadian tanah longsor.

Beberapa di antaranya terjadi di Desa Nyatnyono (Ungaran Barat), Kelurahan Gedanganak (Ungaran Timur), Desa Brongkol (Kecamatan Jambu), Desa Keseneng (Kecamatan Sumowono), dan lain-lain.

Selain itu, terdapat tujuh peristiwa banjir yang beberapa di antaranya melanda sejumlah titik meliputi Susukan dan Sidomulyo (Ungaran Timur), Karangjati (Bergas), Gedanganak dan Langensari, (Ungaran Barat), serta Tambakboyo (Ambarawa).

Tak hanya longsor dan banjir, pohon tumbang juga sudah terjadi di sejumlah titik.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan mengakui, dalam dua hari terakhir pada Rabu-Kamis (29-30/1/2025), wilayah Bumi Serasi sedang dilanda angin kencang.

“Kami prepare dari wilayah Ungaran sampai Kaliwungu.

Sejak kemarin menangani pohon tumbang, termasuk hari ini satu menara di Masjid Al-Mabrur Kabupaten Semarang roboh,” kata Alexander, Kamis.

Dia menambahkan, bencana alam berpotensi terjadi merata di seluruh wilayah.

Para personel BPBD Kabupaten Semarang, lanjut Alex, akan terus bersiaga selama 24 jam untuk menangani peristiwa bencana yang masih berpotensi terjadi ke depan.

Pasalnya, dari prediksi BMKG, cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung hingga Februari 2025.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, namun tetap tingkatkan kewaspadaan.

Segera komunikasikan dengan BPBD, TNI-Polri, serta perangkat desa atau kelurahan setempat jika mendapati wilayahnya yang rawan bencana atau terjadi sesuatu,” pungkas dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved