Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Semarang

Ratusan Hektar Tambak di Mangunharjo Terdampak Rob, Produksi Ikan Menurun

Ratusan hektar tambak di kawasan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang terdampak rob dan abrasi pesisir yang semakin parah.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah
TERDAMPAK ROB - Kondisi pesisir pantai Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, baru-baru ini. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Ratusan hektar tambak di kawasan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang terdampak rob dan abrasi pesisir yang semakin parah.

Kondisi ini menyebabkan penurunan signifikan pada hasil budidaya ikan air payau dan memukul sektor perikanan lokal.

Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang, Soenarto menyebutkan, luas tambak yang terdampak mencapai hampir 300 hektar.

"Kemarin hasil diskusi kita dengan teman-teman di sana itu hampir 300 hektar, terdampak atas kondisi alam itu. Jadi di sana pada saat surut masih tampak galengan-galengan itu. Tapi ketika rob sedikit itu sudah hilang," jelasnya, Kamis (23/4/2026).

Baca juga: Modus Sistem "Tempel", Pengedar Sabu Tertangkap Basah di Banyumas

Baca juga: Selamat, Asyifa dan Della Siswi SMPN 3 Kudus Gabung TC Timnas Indonesia U17 di Prancis

Ia menjelaskan, kerusakan struktur tambak membuat lahan tidak lagi layak digunakan untuk budidaya ikan air payau.

"Sehingga ini menjadi tidak potensial untuk budidaya ikan air payau, karena kondisi kondisi dari lahannya sudah seperti itu. Sehingga mereka malah masih berpindah lahan untuk membuat rumpon-rumpon pemancingan. Jadi kayak semacam wisata pemancingan gitu," lanjutnya.

Menurut Soenarto, fenomena ini tidak hanya terjadi di Mangunharjo, tetapi juga di sejumlah wilayah Pantura lainnya seperti Demak, Kendal, dan Pekalongan.

Dampaknya dinilai cukup besar terhadap potensi produksi perikanan.

"Khususnya yang Mangunharjo Kemarin ya. Dan saya kira ini menjadi pengurangan potensi budidaya yang luar biasa di Kota Semarang. Saya kira ini hampir sama dengan di Demak. Kemarin juga di Pekalongan dan Kendal itu," bebernya.

Ia menambahkan, sejumlah titik wilayah di sepanjang Pantai Utara Jawa mengalami kondisi serupa akibat kombinasi abrasi dan kenaikan muka air laut.

"Banyak lahan-lahan di Pantura ini terdampak atas kondisi alam dan ini saya pikir nanti menjadi PR kita untuk bagaimana memberdayakan potensi-potensi yang ada itu," ujarnya.

Menurut dia, Pemerintah Kota Semarang pun telah berkoordinasi dengan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa guna mencari solusi atas permasalahan yang ada.

"Termasuk kemarin kami coba koordinasi dengan Badan Otorita (Pengelola) Pantura Jawa, kebetulan senior kami ada di sana, itu menjadi titipan kami untuk disolusikan oleh nasional, karena saya kira (kondisi ini) tidak hanya di Semarang, tetapi dari semua Pantura terdampak," jelasnya.

Ia menilai, penanganan secara parsial di tingkat daerah tidak cukup kuat untuk menghadapi dampak rob dan abrasi yang terus meningkat.

Kondisi ini dinilai membuat upaya penanganan di tingkat kabupaten/kota menjadi kurang optimal, mengingat skala permasalahan yang meluas di sepanjang wilayah pesisir Pantura.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved