Main di Sungai Bunton Saat Jam Kosong, Siswa SMK Banyumas Tewas Tenggelam
Siswa SMK Pekuncen, M. Abdul Ghoni Hasan, tewas tenggelam di Sungai Bunton Banyumas, lokasi yang dikenal berbahaya dan dilarang untuk wisata.
Penulis: Intan Aulia Naharwati | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS – M. Abdul Ghoni Hasan (18), siswa SMK PPHQ Pekuncen, tewas tenggelam di Sungai Bunton, Desa Pekuncen, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Sabtu (1/2/2025).
Insiden ini terjadi saat korban bermain di sungai bersama dua temannya, M. Gozy (16) dan Maolani Abi, sekitar pukul 11.30 WIB.
Menurut keterangan Gozy, mereka berangkat dari sekolah menuju Sungai Bunton pada pukul 10.00 WIB saat jam pelajaran kosong.
Setibanya di lokasi, mereka mandi di sungai, lalu beristirahat. Korban kemudian turun dari sungai untuk mencari tempat buang air besar.
"Dia mau turun dari sungai buat nyari tempat BAB. Tapi malah kepeleset jatuh ke Kedung Muser," ujar Gozy.
Kedung Muser dikenal sebagai bagian terdalam dan paling berbahaya di Sungai Bunton, dengan perkiraan kedalaman mencapai 3 meter.
Melihat korban tenggelam, Gozy segera meminta Abi untuk mencari bantuan warga, sementara ia berusaha menolong korban dengan melemparkan batang pisang.
Namun, lokasi pemukiman warga cukup jauh, memerlukan 30 menit berjalan kaki melalui jalan setapak yang sempit dan tidak bisa dilalui kendaraan.
"Korban melambai-lambaikan tangan, saya coba lemparkan batang pisang, tapi saya tidak berani mendekat lebih jauh," tambah Gozy.
Setelah sekitar 15 menit tenggelam, tubuh korban akhirnya mengambang di permukaan air.
Gozy kemudian menarik tubuh korban ke pinggir sungai, namun korban sudah tidak sadarkan diri.
Saat warga tiba di lokasi, korban telah dinyatakan meninggal dunia.
Menurut Suripto, warga setempat, korban ditangani oleh Tim Kesehatan Puskesmas Pekuncen II pada pukul 13.00 WIB.
Suripto juga menegaskan bahwa Sungai Bunton, khususnya area Kedung Muser, memang berbahaya dan sudah sering diimbau oleh pemerintah setempat agar tidak dijadikan lokasi wisata.
"Pemerintah sudah sering mengingatkan masyarakat untuk tidak menjadikan area ini sebagai tempat wisata karena berbahaya," jelas Suripto.
Pihak Polsek Pekuncen mengonfirmasi kejadian tersebut.
"Ya benar, ada anak tenggelam. Korban sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Penyelidikan masih berlangsung dan lokasi kejadian sedang dalam tahap olah TKP," ujar pihak Polsek.
9 Tahun Pacaran Berujung Batal Nikah, Wanita Banyumas Ini Gugat Mantan Pacar Rp 1 Miliar |
![]() |
---|
Sudah Dibuka Sejak Sabtu, Segini Tarif Parkir Resmi di Kolam Retensi Purwokerto |
![]() |
---|
Viral Pungutan Kenang-kenangan Laptop di SMPN 1 Gumelar Banyumas, Dindik Malah Bela Pihak Sekolah |
![]() |
---|
Api Lahap 3 Rumah dan 3 Kendaraan di Candinegara Banyumas, Korsleting Diduga Jadi Penyebab Kebakaran |
![]() |
---|
"Miskomunikasi" Klarifikasi Kepala SMPN 1 Gumelar Banyumas Setelah Viral Pungli Laptop |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.