Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Blora

Penutupan Pasar Hewan di Blora Bikin Pendapatan Retribusi Hilang Rp 17 Juta, Kini Dibuka Kembali

Penutupan sementara pasar hewan membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora kehilangan pendapatan

Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG/M Iqbal Shukri
PASAR HEWAN - Ilustrasi suasana Pasar Pon Blora sebelum ditutup. Dua pasar hewan di Blora sudah dibuka kembali. (Iqbal/Tribunjateng) 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Penutupan sementara pasar hewan membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora kehilangan pendapatan retribusi hingga belasan juta rupiah.


Diketahui, penutupan sementara dua pasar hewan di Blora, Pasar Pon Blora dan Pasar Pahing Randublatung dilakukan pada 9 Januari 2025 hingga 6 Februari 2025.


Penutupan sementara Pasar hewan itu, untuk menekan lonjakan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Blora.


Kepala Bidang (Kabid) Pasar, Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Blora,  Margo Yuwono, mengatakan, penutupan pasar hewan memang berdampak pada hilangnya pendapatan retribusi.


"Ya kalau dihitung sejak dua pasar hewan ditutup, pendapatan retribusi pasar hewan yang hilang sekitar Rp 17 juta," katanya, Selasa (11/2/2025).


Lebih lanjut, Margo menyampaikan dua pasar hewan itu, saat ini sudah mulai dibuka kembali sejak Sabtu (8/2/2025).


Dibukanya kembali kedua pasar hewan itu, lantaran kasus PMK di Blora mengalami tren penurunan.


"Sesuai surat dari Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora, kita sudah diizinkan membuka pasar hewan secara penuh mulai besok pagi."


"Progres dua minggu terakhir menurun, kasus harian kecil dan sudah terkendali, sehingga sudah boleh dibuka," terangnya.


Selain itu, Margo juga menyebut dengan dibukanya kembali kedua pasar hewan tersebut, disambut baik oleh para pedagang sapi.


Pasalnya, selama penutupan sementara pasar hewan, pihaknya mendapatkan keluhan dari para pedagang sapi. 


“Memang banyak yang mengeluhkan sebenarnya, mengeluhkan kenapa tidak segera dibuka. Kalau keluhan paguyuban itu usaha tidak jalan, keluhan peternak itu harga ternak menurun, dan dari paguyuban ingin segera beraktivitas kembali. Nah ini Alhamdulillah sudah bisa dibuka kembali," paparnya.(Iqs)

 

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved