Berita Klaten
Teror Bakar Jemuran di Ceper Klaten, Dilakukan Dini Hari, Pakaian dan Barang Lain Ludes
Bahkan, kobaran api juga melumat dinding rumahnya dan hampir membakar rumah Warsirah yang didominasi bahan kayu
Dikatakan ada sebanyak empat jemuran yang ludes terbakar dari 30 pakaian yang sedang dijemur malam itu.
"Saya tahu sekitar pukul 05.30 WIB, saat mau memberi pakan ayam. Saya keluar, ternyata di bawah jemudan ada empat pakaian yang sudah terbakar hangus. Untung pakaian lainnya masih basah (jadi tidak terbakar)," katanya.
Selain itu, sekitar 50 meter dari rumah Haryanto, juga ada rumah Jumiyanto (42) yang menjadi korban.
Ada lebih dari 30 pakaian milik Jumiyanto sekeluarga yang terbakar, meliputi baju anak-anak, pakaian biasa, sprei, seragam sekolah, dan kaos kaki.
Pakaiannya hangus tak tersisa akibat ulah orang misterius.
Padahal, pakaian tersebut dijemur di dalam ruangan yang masih dalam tahap renovasi. Ruangan itu memang tidak memiliki penutup jendela, tetapi sudah ditutup menggunakan kain.
Jumiyanto mengaku mengetahui kejadian itu setelah diberi tahu tetangganya yang biasa keliling desa sambil membawa kentongan (orang ronda).
Disebutkan saat itu, orang tersebut melihat ada asap mengepul dari rumah Jumiyanto.
Kemudian, ia mengetuk rumah Jumiyanto.
"Dia tanya, itu dibakar kah? Terus saya langsung lari ngecek, ternyata sudah terbakar semua jemurannya. Saya lari cari air di sumur untuk memadamkan api. Saya merasa tidak bau bensin atau bahan bakar," ucapnya.
Jumiyanto menyebut, sebelumnya tidak ada kejadian atau permasalahan apapun yang bisa memicu kejadian tersebut.
Pihaknya juga mengaku tak tahu alasan kejadian tersebut meneror warga. Apalagi, kondisi kampung selama ini damai-damai saja.
"Ya bisa dikatakan tindakan itu meneror warga. Saya berharap, pelaku segera ditangkap," katanya.
Ketua RT 3 Dukuh Ceper, Taufik, menuturkan peristiwa jemuran terbakar di tiga rumah itu diduga terjadi di waktu bersamaan yakni sekitar pukul 02.00 WIB.
Ia menyebut, tidak ada orang mencurigakan yang datang ke desa sebelum kejadian itu bermula.
| Grebeg Syawal Bukit Sidoguro, Bupati Hamenang Harap Jadi Ajang Promosi Wisata |
|
|---|
| Isu Fee Pengadaan Barang dan Jasa Dissos Klaten Mencuat, Kadis Puspo Tegas Membantah |
|
|---|
| Balita Tewas Terseret Arus Deras Sejauh 4 Km di Sungai Wonosari Klaten, Saksi Tak Berani Tolong |
|
|---|
| Sosok Mulyono Purwo Wijoyo, Kepala KPP Madya yang Kena OTT KPK, Ternyata Dalang Kondang di Klaten |
|
|---|
| "Doakan Bapak Selamat" Video Call Terakhir Teknisi Asal Klaten Sebelum Pesawatnya Jatuh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Jumiyanto-42-menunjukkan-jemurannya.jpg)