Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Grobogan

Bupati Terpilih Grobogan Setyo Hadi Optimis Swasembada Pangan dan Entaskan Kemiskinan

Rabu pagi (12/2/2025) sekira pukul 09.00 WIB, kami berkesempatan untuk mengunjungi rumah Bupati terpilih

Tayang:
Penulis: Fachri Sakti Nugroho | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG/Fachri Sakti Nugroho
BUPATI TERPILIH GROBOGAN: Bupati terpilih Grobogan, Setyo Hadi saat ditemui di kediamannya di Desa Karangsari, Kecamatan Brati, Rabu (12/2/2025). Pria berusia 56 tahun itu menyempatkan waktu untuk mengobrol singkat di tengah kesibukannya yang padat. 


"Dua tahun yang lalu saya disuruh nyalon bupati saya tolak terus, mungkin Ibu Hj. Sri Sumarni sebagai Ketua DPC Grobogan harus menempatkan kadernya dengan baik untuk mencalonkan sebagai bupati, saya tidak bisa apa-apa lagi. Saya Agustus mantap mencalonkan diri sebagai bupati, bismillah."


"Saya percaya maju sebagai pejabat adalah garis tangan saja."


"Namun saya juga berikhtiar di lapangan, saya harus menang, tidak pernah istirahat, hanya tiga bulan saya di lapangan terus. Keluar pagi, magrib sampai isya berhenti mampir di rumah teman, mandi di sana tidak pulang, setelah  Isya saya lanjutkan turun ke lapangan."


"Dari muda saya senang berorganisasi, kecil-kecilan mulai dari Karang Taruna, macam-macamlah, senang berorganisasi. Mungkin saya terdidik di lapangan sejak muda."


"Itu dulu nyalon kepala desa juga begitu, saya tidak ambisius, masyarakat menghendaki seperti itu."


"Untuk itu saya yakin jabatan apapun itu adalah garis tangan, saya percaya itu namun kita tetap harus berusaha semaksimal mungkin berdoa dan ikhtiar."


Dan pastinya dicintai masyarakat?


"Betul, tanpa ada masyarakat yang mencintai kita, atau kenal lama bukan ujug-ujug sebelumnya. Masyarakat Grobogan sudah mengenal saya sejak lama mungkin ada 15 tahun lebih," imbuh Setyo Hadi.


Ada cerita unik apa yang bisa diceritakan selama menjadi Kades, Anggota Dewan dan saat gerilya berkampanye?


"Jadi kades banyak uniknya, kerjanya full 24 jam, uniknya kalau jadi kades ada masyarakat yang mau melahirkan tengah malam yang disuruh-suruh ya kadesya, kalau tidak punya duit ya pinjam atau minta kadesnya. Kalau kades unik sekali, masalah apapun penyelesaiannya di kades."


"Untuk itu saya belajar, hubungan dengan masyarakat kecil saya tahu persis, intinya masyarakat senang  dilayani dengan baik, pimpinannya harus gaul tidak membeda-bedakan, harus peka, entah itu pegawai atau petani nilainya sama, kiai, ulama harus didekati."


"Jadi dewan juga sama, kalau tidak punya jaringan atau hubungan emosional dengan masyarakat pasti sulit untuk terpilih."


"Saya nyalon itu tidak pakai baliho, antik itu, tapi terpilih. Kalau dewan ini, karena hobi saya sering berkumpul dengan masyarakat, jadi santai-santai saja."


Apakah berkumpul dengan masyarakat membuat Anda lebih mudah menyerap aspirasi dari masyarakat?


"Betul, rata-rata warga yang dikeluhkan di pembangunan jalan. 'Pak Hadi nanti kalau jadi welingnya pasti jalannya diteruskan, pupuk dimudahkan'," ujar Setyo Hadi menirukan pesan dari warga.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved