Beras Laris di Gerakan Pangan Murah Kudus, Habis Terjual dalam Dua Jam
Gerakan Pangan Murah di Kudus diserbu warga. Empat ton beras habis dalam dua jam, sementara telur dan minyak goreng juga laris dengan harga murah.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Pada penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah yang digelar oleh Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertanpangan) Kabupaten Kudus, Jumat (14/2/2025), beras menjadi produk paling diburu masyarakat.
Sebanyak empat ton beras yang terdiri dari 1,5 ton beras varietas 64 dari Gapoktan dan 2,5 ton beras dari Bulog habis dalam waktu dua jam.
Masyarakat rela mengantre panjang untuk mendapatkan jatah 10 kilogram beras dengan harga lebih murah dari harga pasaran.
Beras dari Gapoktan dijual dengan harga Rp 12.200 per kilogram atau Rp 61.000 per lima kilogram, sementara beras dari Bulog dibanderol Rp 11.600 per kilogram atau Rp 58.000 per lima kilogram.
Peserta Gerakan Pangan Murah dari Gapoktan, Arifin, mengatakan bahwa harga jual beras di pasar murah selalu lebih murah dibanding harga di pasaran.
Meski lebih murah, kualitas beras tetap baik dan setara dengan beras medium.
Setiap diadakan Gerakan Pangan Murah, pihaknya membawa 1,5 hingga 3 ton beras sesuai dengan permintaan Dispertanpangan.
"Untuk pembelian memakai kupon, setiap orang dibatasi maksimal 10 kilogram supaya merata," terangnya di Kudus, Jumat (14/2/2025).
Pelaku usaha lainnya, Alfi Ahada, menambahkan bahwa ia membawa 200 kilogram telur ayam yang diambil langsung dari peternak.
Telur dijual dengan harga Rp 25.000 per kilogram, lebih murah Rp 1.500 dibanding harga pasaran Rp 26.500 per kilogram.
Maksimal pembelian telur dibatasi dua kilogram per orang.
Selain telur, ia juga menjual minyak goreng, daging ayam, dan aneka frozen food dengan harga lebih ekonomis.
"Produk yang disubsidi di antaranya telur ayam. Namun, kami juga membawa produk lain dengan harga lebih murah dari pasaran untuk membantu masyarakat. Karena kita tahu, menjelang puasa harga kebutuhan pokok naik.
Contohnya telur, nanti mendekati Ramadan bisa naik hingga Rp 2.000 per kilogram," ujarnya.
| Lahan Pertanian di Wonosoco Kudus Tergenang Banjir Setiap Tahun, Butuh Normalisasi Sungai |
|
|---|
| Pusat Minta Daerah Kerahkan PPPK untuk Koperasi Desa Merah Putih |
|
|---|
| Dinkes Kudus Catat Ada 464 Kasus Campak |
|
|---|
| SPPG di Kudus Beri Kejutan Uang Tunai di Dalam Ompreng untuk Siswa Penerima MBG |
|
|---|
| Laga Hidup Mati Lawan Persiku Kudus! PSIS Waspadai Igor Henrique demi Hindari Zona Degradasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/warga-kudus-antre-beras-gerakan-pangan-murah.jpg)