Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Anak Bunuh Ibu Kandung di Semarang

UPDATE : Polisi Cium Keberadaan Imam Terduga Pelaku Pembunuhan Ibu Kandung Semarang

Polisi telah mencium keberadaan Imam Ghozali (36) terduga pelaku pembunuhan ibu kandungnya.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG/Rahdyan Trijoko Pamungkas/Istimewa Facebook
HARAPAN AYAH - Harapan Moeh Ghozali (foto kanan) terhadap anaknya Imam Ghozali (36) (foto kiri) yang telah membunuh ibu kandung Salamah (61) dihukum seberat-beratnya. Bahkan Moeh Ghozali ikhlas anaknya mendapatkan hukuman mati atas perbuatannya membunuh ibu kandung di rumah jalan Gunungsari RT 010 RW 009 Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari Semarang, Selasa (18/2/2025) malam. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG -Polisi telah mencium keberadaan Imam Ghozali (36) terduga pelaku pembunuhan ibu kandungnya.

Imam sebelumnya diduga melakukan penusukan terhadap Salamah (61) secara membabi buta di beberapa bagian tubuhnya hingga meregang nyawa.

Selepas itu, Imam kabur hingga kini masih berstatus buronan.

"Lokasi keberadaan terduga pelaku telah termonitor. Penyidik masih di lapangan. Semoga secepatnya bisa ditangkap," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol M Syahduddi di Mapolrestabes Semarang, Jumat (21/2/2025).

Dia mengungkapkan, belum mengetahuinya secara pasti
motif terduga pelaku melakukan pembunuhan. "Motif belum tahu karena pelaku belum ditangkap," sambungnya.

Sebelumnya, Salamah (61) warga Gunungsari, Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, meregang nyawa di tangan anak sendiri.

Terduga pelaku pembunuhan merupakan anak pertamanya bernama Imam Ghozali (36).

Imam saat ini tengah diburu polisi lantaran melarikan diri.

"Iya kami masih memburu pelaku," kata Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Andika Dharma Sena, Rabu (19/2/2025).

Peristiwa pembunuhan ini terjadi di rumah korban pada Selasa (18/2/2025) sekira pukul 23.15 WIB.

Sejumlah saksi yang merupakan para tetangga korban sempat mendengar teriakan korban meminta tolong.

Para tetangga lantas keluar rumah lalu melihat korban sudah bersimbah darah di teras rumahnya.

Warga lantas melarikan korban ke rumah sakit Roemani Semarang. Selepas mendapatkan perawatan, korban dinyatakan meninggal dunia.

"Soal motif masih kami dalami," terang Andika.

Informasi yang dihimpun Tribun, terduga pelaku melakukan pembunuhan lantaran tak dipenuhi permintaannya ketika meminta uang ke ibu korban .

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved