Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Bellinda: Kretek Tidak Sekadar Identitas, Melainkan Penopang Ekonomi

Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton menegaskan bahwa kretek tidak sekadar identitas bagi Kabupaten Kudus

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Catur waskito Edy
Rifqi Gozali
KOR MURI TARI KRETEK - Wakil Bupati Kudis Bellinda Sabrina Putri Birton (tengah) didampingi istri Bupati Kudus Endhah Sam'ani (kanan) menerima piagam penghargaan rekor MURI tari kretek dengan penari terbanyak dari Kepala Kantor MURI Semarang Ani Andriani (kanan) di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Sabtu (22/2/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton menegaskan bahwa kretek tidak sekadar identitas bagi Kabupaten Kudus, melainkan juga sebagai penopang ekonomi.

Secara faktual memang Kabupaten Kudus merupakan daerah dengan puluhan pabrik rokok kretek baik berskala besar, sedang, maupun kecil.

Dari industri rokok kretek tersebut ratusan ribu warga Kudus menggantungkan hidup.

Tidak melulu mereka yang bekerja sebagai buruh pabrik rokok, warga Kudus juga mengandalkan perputaran ekonomi yang berkelindan dengan pusaran produksi rokok kretek. Misalnya menjadi pedagang yang ada di sekeliling pabrik rokok.

“Kretek tidak sekadar identitas kota kita, melainkan sebagai penopang perekonomian masyarakat melalui industri pengolahan tembakau yang telah lama ada,” kata Bellinda saat sambutan dalam pemecahan rekor penari kretek terbanyak diAlun-alun Simpang Tujuh Kudus, Sabtu (22/2/2025).

Pementasan tari kretek oleh 1.405 penari yang kemudian diganjar rekor dari MURI bagi Bellinda merupakan kretek bukan lagi sebagai produk tembakau saja.

 Ia lebih jauh masuk ke dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat Kudus. Ia juga sebagai penopang ekonomi. Bahkan kretek juga diekspresikan dalam karya seni dalam bentuk tarian.

Setiap gerakan tari kretek ini mencerminkan proses pengolahan dan pembuatan rokok kretek.

Mula-mula gerakan tari ini menyiratkan pemilahan tembakau dan cengkih terbaik. Hingga akhirnya gerakan tari dilanjutkan sebagai representasi dari proses menggiling dan merapikan batang demi batang dari rokok kretek.

Tidak sampai di situ, dalam tari kretek juga mengandung gerakan memasarkan tari kretek. Dari seluruh gerakan ini paripurnalah proses pembuatan kretek yang dituangkan dalam seni tari.

“Bagi saya tari kretek ini gambaran kekompakan warga kudus. Warisan tradisi dan kebudayaan dari nenek moyang di Kudus,” kata Bellinda.

Pemecahan rekor MURI tari kretek terbanyak ini diikuti oleh 1.405 penari terdiri atas pelajar SD, SMP, dan SMA. Selain itu juga diikuti oleh para penari dari berbagai sanggar seni di Kudus.

Pagelaran ini semakin meriah karena digelar bersamaan dengan pasar rakyat Dandangan yang sudah dimulai sejak Rabu 19 Februari 2025.

Dandangan sendiri merupakan tradisi menyambut datangnya bulan suci Ramadan yang rutin digelar di Kabupaten Kudus. 

Dalam praktiknya, pasar rakyat Dandangan diramaikan oleh para pedagang yang memenuhi jalan Sunan Kudus sejak Alun-alun Simpang Tujuh sampai Perempatan Jember.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved