Berita Kudus
Bellinda: Kretek Tidak Sekadar Identitas, Melainkan Penopang Ekonomi
Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton menegaskan bahwa kretek tidak sekadar identitas bagi Kabupaten Kudus
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton menegaskan bahwa kretek tidak sekadar identitas bagi Kabupaten Kudus, melainkan juga sebagai penopang ekonomi.
Secara faktual memang Kabupaten Kudus merupakan daerah dengan puluhan pabrik rokok kretek baik berskala besar, sedang, maupun kecil.
Dari industri rokok kretek tersebut ratusan ribu warga Kudus menggantungkan hidup.
Tidak melulu mereka yang bekerja sebagai buruh pabrik rokok, warga Kudus juga mengandalkan perputaran ekonomi yang berkelindan dengan pusaran produksi rokok kretek. Misalnya menjadi pedagang yang ada di sekeliling pabrik rokok.
“Kretek tidak sekadar identitas kota kita, melainkan sebagai penopang perekonomian masyarakat melalui industri pengolahan tembakau yang telah lama ada,” kata Bellinda saat sambutan dalam pemecahan rekor penari kretek terbanyak diAlun-alun Simpang Tujuh Kudus, Sabtu (22/2/2025).
Pementasan tari kretek oleh 1.405 penari yang kemudian diganjar rekor dari MURI bagi Bellinda merupakan kretek bukan lagi sebagai produk tembakau saja.
Ia lebih jauh masuk ke dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat Kudus. Ia juga sebagai penopang ekonomi. Bahkan kretek juga diekspresikan dalam karya seni dalam bentuk tarian.
Setiap gerakan tari kretek ini mencerminkan proses pengolahan dan pembuatan rokok kretek.
Mula-mula gerakan tari ini menyiratkan pemilahan tembakau dan cengkih terbaik. Hingga akhirnya gerakan tari dilanjutkan sebagai representasi dari proses menggiling dan merapikan batang demi batang dari rokok kretek.
Tidak sampai di situ, dalam tari kretek juga mengandung gerakan memasarkan tari kretek. Dari seluruh gerakan ini paripurnalah proses pembuatan kretek yang dituangkan dalam seni tari.
“Bagi saya tari kretek ini gambaran kekompakan warga kudus. Warisan tradisi dan kebudayaan dari nenek moyang di Kudus,” kata Bellinda.
Pemecahan rekor MURI tari kretek terbanyak ini diikuti oleh 1.405 penari terdiri atas pelajar SD, SMP, dan SMA. Selain itu juga diikuti oleh para penari dari berbagai sanggar seni di Kudus.
Pagelaran ini semakin meriah karena digelar bersamaan dengan pasar rakyat Dandangan yang sudah dimulai sejak Rabu 19 Februari 2025.
Dandangan sendiri merupakan tradisi menyambut datangnya bulan suci Ramadan yang rutin digelar di Kabupaten Kudus.
Dalam praktiknya, pasar rakyat Dandangan diramaikan oleh para pedagang yang memenuhi jalan Sunan Kudus sejak Alun-alun Simpang Tujuh sampai Perempatan Jember.
| Polisi Terjunkan Anjing Pelacak K9 Buru Pencuri Motor di Dawe Kudus |
|
|---|
| Bupati Samani Pastikan Tidak Ada Pemutusan Kontrak PPPK di Kudus |
|
|---|
| Bupati Samani Minta PPPK di Kudus Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik |
|
|---|
| Terbitkan Aturan, ASN di Kudus Diimbau Pakai Sepeda ke Tempat Kerja |
|
|---|
| Sam’ani Sowan Kiai, Minta Dukungan Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik di Kudus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/KOR-MURI-TARI-KRETEK.jpg)