Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dugderan Semarang

5.000 Kue Ganjel Rel Ikonik Meriahkan Dugderan Semarang: Simbol Tradisi dan Makna Mendalam

5.000 kue ganjel rel  abakl memeriahkan Dugderan di Kota Semarangmenyambut bulan suci ramadan

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM/REZANDA AKBAR D
KUE GANJEL REL - Kue Ganjel Rel, kuliner Ikonik saat menyambut bulan suci ramadan, kudapan yang terbuat dari rempah-rempah ini memiliki rasa yang manis legit dan empuk. Serta memiliki sisi filosofinya tersendiri. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - 5.000 kue ganjel rel  abakl memeriahkan Dugderan di Kota Semarangmenyambut bulan suci ramadan.

Ternyata bukan tanpa sebab ganjel rel menjadi ikon tiap momen dugderan.

Kue ganjel rel berbentuk balok dengan berwarna coklat dan ditaburi biji wijen untuk mempercantik.

Bentuknya balok itu mirip seperti bantalan kereta api.

Kue yang memiliki rasa manis legit dan lembut itu, terbuat dari beragam rempah seperti kapulaga, kembang lawang, cengkeh, jahe, kayu manis dan lainnya.

PRODUKSI - Kue Ganjel Rel di Oemahganjelrel yang beralamat di Girimukti Barat Nomor 3 Tlogosari saat mempersiapkan 5000 Kue Ganjel rel untuk puncak Dugderan di Masjid Agung Semarang.
PRODUKSI - Kue Ganjel Rel di Oemahganjelrel yang beralamat di Girimukti Barat Nomor 3 Tlogosari saat mempersiapkan 5000 Kue Ganjel rel untuk puncak Dugderan di Masjid Agung Semarang. (TRIBUNJATENG.COM Rezanda Akbar D)

Baca juga: Jadwal dan Rute Dugderan Menyambut Ramadan 2025 di Semarang, Ada yang Beda

Kue ganjel rel mengadaptasi kudapan pada masa kolonial yakni Ontbijtkoek atau yang biasa dikenal dengan kue sarapan pagi yang berwarna coklat muda.

Kue ganjel rel pada saat tradisi Dugderan biasanya akan disusun selayaknya miniatur masjid dan nantinya di kirab saat puncak perayaan Dugderan Semarang.

Faishal Aushafi, Penerus Oemah Ganjel rel Dugderan, mengatakan saat ini sekira 5.000 kue ganjel rel dipersiapkan dalam perayaan puncak Dugderan di Kota Semarang.

"Ini buat 5000 kue Ganjel rel untuk nantinya disetorkan ke Masjid Agung Semarang atau di Masjid Kauman Semarang," kata Faishal Aushafi, Kamis (27/2/2025).

Faishal mengatakan bahwa kue ganjel rel yang saat ini diproduksi sudah mengalami modifikasi beberapa kali. 

Modifikasi ini untuk membuat roti ganjel rel menjadi lebih empuk juga dari segi rasa bisa dinikmati oleh segala kalangan, namun tetap tidak meninggalkan rempah-rempah.

"Saat itu Abah dan umi saya ditunjuk untuk membuat kue ganjel rel sebagai kuliner ikon Dugderan. Kemudian mereka riset ada enam resep yang dicoba sama sesepuh di Masjid Agung Semarang, dari 6 kue terus diseleksi 3 dan dipilih 1 yakni kue yang sekarang," katanya. 

Faishal bercerita dalam membuat 5.000 potong kue ganjel rel dilakukan selama dua hari penuh. Untuk beberapa loyang pembuatan kue ganjel rel dibutuhkan waktu sekira 45 menit. 

Faishal mengatakan selain membuat untuk Dugderan, kudapan ganjel rel juga bisa dipesan oleh masyarakat.

Makna Kue Ganjel Rel, Kudapan Ikonik yang Ada Saat Menyambut Ramadan

Grafis Sejarah Kue Ganjel Rel: Warisan Belanda yang Jadi Simbol Tradisi Dugderan Semarang
Grafis Sejarah Kue Ganjel Rel: Warisan Belanda yang Jadi Simbol Tradisi Dugderan Semarang (Tribun Jateng / Bram Kusuma)

Kue Ganjel Rel memiliki sanepa atau makna kiasan yang tersirat sehingga menjadi ikon kuliner dalam penyambutan bulan suci ramadan di Kota Semarang.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved