Ramadan 2025
Ketika Para Ojol Diajak Buka Bersama di D’Kambodja Heritage, Ternyata Bukan Kali Pertama
Wajah-wajah semringah terpancar dari para driver ojol saat mendatangi restoran D’Kambodja Heritage.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Wajah-wajah semringah terpancar dari para driver ojol saat mendatangi restoran D’Kambodja Heritage.
Sore itu ratusan driver ojol diajak untuk berbuka puasa bersama dengan pemilik D’Kambodja Heritage Anne Avantie.
Mereka yang biasanya mengantar pesanan makanan pelanggan kini bisa merasakan masakan di resto tersebut.
Dalam acara buka bersama ini, para peserta menikmati berbagai hidangan khas berbuka puasa, mulai dari makanan berat, takjil, hingga aneka gorengan dan es buah.
Baca juga: Pengajian Ramadan Jumat Perdana untuk ASN, Ini Pesan Wabup Pekalongan Sukirman
Baca juga: Ramadan Berkah, Kapolres Batang Turun Langsung Bagikan 100 Paket Takjil Meski Hujan
Menurut Anne Avantie, kegiatan ini telah berlangsung selama bertahun-tahun dan bukan semata karena momentum tertentu.
Ia menegaskan bahwa kegiatan berbagi ini merupakan komitmen yang telah disepakati bersama, terutama mengingat sebagian besar karyawan D’Kambodja Heritage beragama muslim.
“Kami memang mengutamakan ojol dalam kegiatan ini. Setiap hari pun, pengemudi ojol yang mengambil pesanan di sini selalu kami beri makanan."
"Ini bukan hal yang istimewa bagi kami, karena sudah menjadi bagian dari keseharian kami,” ujar Anne Avantie.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya menyasar pengemudi ojol, tetapi juga kelompok lain yang membutuhkan.
Dalam kurun waktu empat minggu Ramadan, D’Kambodja Heritage secara bergilir mengadakan buka bersama dengan komunitas lain, termasuk penyandang disabilitas dan karyawan mereka sendiri.
“Setiap hari kami berbuka bersama dengan sekitar 250 orang, dan untuk acara khusus dengan komunitas disabilitas, jumlahnya bisa lebih banyak, sekitar 500 orang."
"Ini semua kami lakukan bukan sekadar berbagi, tetapi karena kami peduli,” jelasnya.
Anne Avantie juga menekankan bahwa berbagi tidak akan mengurangi, apalagi menghilangkan rezeki seseorang.
Ia menyebut bahwa tradisi ini telah berjalan sejak belasan tahun lalu, tidak hanya saat Ramadan tetapi juga saat perayaan keagamaan lainnya seperti Natal dan Paskah.
“Kalau kita mau berbagi, berikanlah yang terbaik. Yang terbaik itu bukan berarti termahal, tetapi yang layak dan pantas untuk diberikan. Karena harga diri orang yang memberi dan menerima juga harus dijaga,” pungkasnya (*)
Mana yang Lebih Utama: Qodho Puasa Ramadan atau Puasa Syawal 6 Hari? Ini Penjelasannya |
![]() |
---|
Salat Idulfitri di Alun-Alun Purbalingga, Forkopimda Ajak Warga Jaga Silaturahmi |
![]() |
---|
Jelang Lebaran, Penjual Ayam Merah Hidup Banjiri Pinggir Jalan Kendal |
![]() |
---|
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Terakhir Jakarta, Ramadhan Hari ke-30 Minggu 30 Maret 2025 |
![]() |
---|
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Terakhir Banda Aceh, Ramadhan Hari ke-30 Minggu 30 Maret 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.