Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Purbalingga

Puluhan Remaja Asal Purbalingga Bermain Petasan Meriam Spritus Berujung Dibina Polisi

Sebanyak 16 remaja di Desa Klapasawit, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, yang kerap menyalakan petasan dibina polisi

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
Polres Purbalingga
BERMAIN PETASAN, Sebanyak 16 remaja yang saat dibina polisi karena menyalakan petasan di Desa Klapasawit, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Minggu (9/3/2025) pagi. Hal itu dilakukan karena di lokasi tersebut ada warga yang baru memiliki bayi. (Polres Purbalingga) 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Sebanyak 16 remaja di Desa Klapasawit, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, yang kerap menyalakan petasan dibina polisi, Minggu (9/3/2025) pagi. 

Pembinaan dilakukan di Polsek Kalimanah dengan menghadirkan seluruh orangtua dari para remaja tersebut. 

Selain itu, barang bukti petasan model meriam spiritus diamankan polisi

Kapolsek Kalimanah, AKP Mubarok mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga adanya sekelompok anak-anak sedang bermain petasan dan mengganggu lingkungan pemukiman. 

Apalagi di lokasi tersebut ada warga yang baru memiliki bayi. 

Baca juga: Kisah Dimas COD Bahan Peledak dengan Polisi, Pria Kabupaten Semarang Kini Mendekam di Penjara

"Menindaklanjuti informasi tersebut kami merespon dengan mendatangi lokasi dan kemudian membawa anak-anak tersebut untuk diberikan pembinaan," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (10/3/2025). 

Kapolsek menjelaskan langkah pembinaan dilakukan memberikan pemahaman bermain petasan itu bisa membahayakan keselamatan. 

Selain itu, dapat mengganggu lingkungan sekitar akibat bunyi yang ditimbulkan. 

"Kami berikan pembinaan kepada anak-anak tersebut termasuk kepada orang tua masing-masing yang turut dihadirkan," terangnya. 

Kapolsek menambahkan dengan pembinaan yang dilakukan harapannya anak-anak tersebut tidak mengulangi lagi perbuatannya. 

Selain itu, para orang tua lebih bisa mengawasi aktivitas anak agar tidak melakukan tindakan negatif. 

"Setelah diberikan pembinaan selanjutnya anak-anak tersebut diserahkan kembali kepada orang tuanya," jelasnya. (jti) 

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved