PSIS
Terungkap Alasan Absennya Dewangga, Ruxi dan Evandro di Tiga Laga Terakhir PSIS Semarang
Tiga pemain inti PSIS Semarang yakni Alfeandra Dewangga, Roger Bonet (Ruxi), dan Evandro Brandao tak terlihat
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tiga pemain inti PSIS Semarang yakni Alfeandra Dewangga, Roger Bonet (Ruxi), dan Evandro Brandao tak terlihat sama sekali batang hidungnya dalam tiga laga terakhir PSIS.
Termasuk dalam laga terakhir PSIS menghadapi Persebaya Surabaya dalam laga lanjutan BRI Liga 1 2024/2025 pekan ke-27 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Rabu (12/3/2025) malam.
Tiga pemain tersebut selain absen melawan Persebaya, mereka juga absen saat PSIS menghadapi Arema FC dan Persija Jakarta.
Absennya tiga pemain yang rutin menghiasi starting line up PSIS tersebut menjadi tanda tanya besar di kalangan penggemar.
Tak hanya itu, absennya ketiga pemain itu membuat PSIS menurunkan sejumlah pemain muda sebagai andalan tim seperti Rahmat Syawal, dan Reiva Apriliansyah.
Khusus untuk Dewangga, saat menghadapi Arema FC, memang eks pilar Timnas U-19 itu absen karena akumulasi kartu kuning. Namun, ketidakhadirannya dalam skuad berlangsung pada laga berikutnya melawan Persija dan Persebaya.
Headcoach PSIS, Gilbert Agius mengatakan absennya tiga pemain itu karena berbagai faktor.
Ada nama lain sebetulnya yang juga absen, yakni Adi Satryo. Tetapi Adi diketahui mengalami cedera lutut sehingga ia harus fokus terlebih dahulu untuk penyembuhan cedera.
Gilbert mengaku, pihaknya menyayangkan Dewa, Ruxi, dan Evandro tak masuk dalam skuad. Sebab, mereka juga bagian penting dalam tim.
"Mereka punya masalah yang berbeda-beda. Ada yang cedera, ada yang masalah lain. Itulah kenapa kami pakai pemain lain," ujarnya, Kamis (13/3/2025).
"Tentu mereka pemain penting bagi kami tapi mereka tidak ada di sini. Kami maksimalkan pemain lain, dan saya mau bilang bahwa anak-anak yang bermain melawan Persebaya menjalankan tugas dengan sangat bagus," jelasnya.
Ya, dalam laga melawan Persebaya, PSIS mengakhiri laga secara dramatis.
Pada menit terakhir waktu tambahan, PSIS mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat Septian David Maulana.
Padahal, di waktu tambahan babak kedua, Persebaya juga punya peluang yang harusnya 99 persen menjadi gol lewat Oktafianus Fernando.
Beruntung, Oktafianus gagal mencetak gol sehingga PSIS punya kesempatan untuk melakukan serangan balik cepat hingga akhirnya tercipta gol penyama kedudukan.
"Kami beruntung, tapi keberuntungan tidak datang begitu saja, kami melakukan beberapa perubahan skema, kemudian berupaya mencari gol dan pada akhirnya kami bisa meraih satu poin yang sangat berharga. Pemain percaya bahwa mereka bisa sehingga mereka berjuang sampai akhir," tandas Gilbert.
| Siapa yang Pantas Gantikan Ega Raka Galih di Kursi Pelatih PSIS Semarang? Ini Deretan Beberapa Nama |
|
|---|
| Sesumbar Ega Raka Akan Balas Dendam Tak Terbukti, PSIS Kalah Lagi, Kini Salahkan Pemain Belakang |
|
|---|
| Mampukah Ega Raka Buktikan Omongannya Ingin PSIS Semarang Balas Dendam di Kandang Persiku Kudus? |
|
|---|
| Perwakilan Investor Baru PSIS Semarang Temui Snex dan Panser Biru |
|
|---|
| Mampukah PSIS Semarang Curi Poin di Kandang Persela Lamongan? Ega: Kami Wajib Kerja Keras |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Pelatih-PSIS-Semarang-Gilbert-Agius.jpg)