Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Banjir Grobogan

Perbaikan Tanggul Sungai Tuntang di Baturagung Grobogan Terhambat Cuaca Buruk

Perbaikan tanggul Sungai Tuntang di Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, mengalami kendala akibat faktor cuaca, Minggu (16/3/2025).

Tayang:
Penulis: Fachri Sakti Nugroho | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/FACHRI SAKTI NUGROHO
PERBAIKAN TANGGUL - Perbaikan tanggul Sungai Tuntang di Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Minggu (16/3/2025). Kegiatan itu mengalami kendala akibat faktor cuaca dan menjadi tantangan utama karena para pekerja tidak dapat melanjutkan pekerjaan jika hujan lebat dan kiriman air dari hulu terus mengalir. 

TRIBUNJATENG.COM, GROBOGAN - Perbaikan tanggul Sungai Tuntang di Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, mengalami kendala akibat faktor cuaca, Minggu (16/3/2025).

Sebelumnya Balai BBWS Pemali Juana telah mempercepat pengerjaan untuk menutup tanggul yang jebol dan mencegah kemungkinan meluapnya air.

Sayangnya, upaya tersebut terhambat oleh kiriman air dari hulu Sungai Tuntang yang menyebabkan tanggul kembali jebol.

Baca juga: Tanggul Sungai Tuntang di Baturagung Grobogan Jebol Lagi, Warga Diimbau Mengungsi dan Amankan Harta

Baca juga: BREAKING NEWS! Tanggul Sungai Tuntang Jebol Lagi, Warga Baturagung Grobogan Kembali Dilanda Banjir

Kepala Balai BBWS Pemali Juana, Fikri Abdurrachman menjelaskan bahwa perbaikan tanggul yang dilakukan belum sepenuhnya selesai, sehingga tak mampu menahan beban air yang meningkat.

"Ada hujan di Kedungjati atau hulu yang menyebabkan naiknya air, sehingga pada pukul 04.00, tanggul jebol lagi karena memang perbaikannya belum selesai," ujar Fikri kepada Tribunjateng.com, Minggu (16/3/2025).

Diketahui, pengerjaan perbaikan tanggul baru dimulai lima hari yang lalu.

Kala itu BBWS Pemali Juana menargetkan perbaikan selesai dalam waktu sepuluh hari.

Namun, baru pada hari kelima, banjir kembali terjadi, menghambat kelanjutan perbaikan.

"Kami baru bekerja di sini total lima hari."

"Target awal sepuluh hari, namun hari kelima ini banjir sudah datang lagi," ungkap Fikri Abdurrachman.

Meski begitu, banjir kali ini tidak terlalu besar, sehingga BBWS Pemali Juana dapat kembali melanjutkan perbaikan tanggul.

"Saat ini air sudah berhenti dan alat kami sudah kembali bekerja."

"Ada enam ekskavator dan empat buldozer yang dikerahkan," tambahnya.

Fikri menargetkan perbaikan tanggul akan selesai dalam waktu 7-10 hari ke depan.

Kendala cuaca masih menjadi tantangan utama, karena para pekerja tidak dapat melanjutkan pekerjaan jika hujan lebat dan kiriman air dari hulu terus mengalir.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved