Selasa, 12 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kabupaten Pekalongan

Tim Mentari Sehat Indonesia Kabupaten Pekalongan Gelar Dukungan Pasien TBC

Tim Mentari Sehat Indonesia Kabupaten Pekalongan Gelar Dukungan Pasien TBC

Tayang:
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muslimah
Dok Humas RSUD Kraton
BERIKAN MOTIVASI - Tim Sub Recipent TBC Komunitas Global Fund Aids Tuberculosis Malaria (SSR TBC GF-ATM) Mentari Sehat Indonesia Kabupaten Pekalongan bersama RSUD Kraton beri motivasi, edukasi, dan dukungan kepada pasien TBC, di RSUD Kraton. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi, motivasi, serta dukungan bagi pasien yang masih menjalani pengobatan maupun yang telah sembuh. (Dok Humas RSUD Kraton) 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Tim Sub Recipent TBC Komunitas Global Fund Aids Tuberculosis Malaria (SSR TBC GF-ATM) Mentari Sehat Indonesia Kabupaten Pekalongan bersama RSUD Kraton beri motivasi, edukasi, dan dukungan kepada pasien TBC, di RSUD Kraton.


Ketua Mentari Sehat Indonesia Kabupaten Pekalongan M Nasyith Falqi mengatakan, tujuan kegiatan ini yaitu memberikan edukasi, motivasi, serta dukungan bagi pasien yang masih menjalani pengobatan maupun yang telah sembuh. 


"Kami ingin, pasien tetap semangat dalam menjalani pengobatan dan tidak menyerah," kata Ketua Mentari Sehat Indonesia Kabupaten Pekalongan M Nasyith Falqi, Senin (17/3/2025).


Tidak hanya itu, Ia juga menginformasikan perkembangan terbaru terkait program eliminasi TBC dan Tuberculosis Resisten Obat (TBC RO) di Indonesia.  


"Saat ini, pemerintah bersama berbagai lembaga terus berupaya mengeliminasi TBC, termasuk TBC RO agar Indonesia bebas dari penyakit ini di masa depan," imbuhnya.


Sementara itu, dr Loly menjelaskan tentang proses pengobatan TBC yang sedang berjalan, termasuk efek samping obat yang bisa dialami pasien.


"Efek samping obat pada setiap pasien bisa berbeda-beda. Ada yang mengalami mual, muntah, kaki kebas, perubahan warna kulit, bahkan sesak napas," jelasnya.


Ia menekankan, bahwa setiap individu memiliki respons yang berbeda terhadap obat, terutama bagi pasien dengan riwayat penyakit kronis seperti diabetes mellitus (DM).  


"Namun, semua itu bisa diatasi dengan pendampingan yang tepat. Terpenting, jangan sampai putus obat," imbuh dr Loly.


Dalam sesi diskusi, beberapa pasien menceritakan berbagi pengalaman mereka selama menjalani pengobatan TBC RO.


Mereka mengungkapkan, berbagai efek samping yang dialami, seperti mual, muntah, kesemutan, perubahan warna kulit, dan sesak napas.  


"Saat pertama kali minum obat, efek sampingnya terasa sangat berat. Mual dan muntah sering terjadi, tapi seiring waktu saya mulai terbiasa," ujar salah satu pasien.


Sementara itu, Direktur RSUD Kraton memaparkan informasi mengenai penyakit menular lainnya, termasuk HIV, yang masih menjadi perhatian di bidang kesehatan.


"Kami sangat mengapresiasi pasien yang telah berhasil menyelesaikan pengobatan. Ini adalah bukti bahwa TBC bisa disembuhkan jika pasien patuh terhadap pengobatan."


"Selain itu, kita juga perlu meningkatkan kesadaran terhadap penyakit menular lainnya seperti HIV," tutur dr Rosita.


Melalui pertemuan ini, diharapkan pasien semakin termotivasi untuk menyelesaikan pengobatan, serta menyebarkan kesadaran akan pentingnya pencegahan dan pengobatan TBC RO di masyarakat.


Acara ini ditutup dengan penyerahan sertifikat bagi pasien yang telah menyelesaikan pengobatan, dan dinyatakan sembuh dari TBC RO. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved