Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Grobogan

Begini Perjuangan Pelajar Korban Banjir Grobogan Pergi ke Sekolah, Naik Perahu atau Memutar 4km

Aktivitas warga Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, terganggu lantaran jalan utama desa mereka terputus.

Tayang:
Penulis: Fachri Sakti Nugroho | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG/Fachri Sakti Nugroho
JALAN PUTUS BATURAGUNG - Jalan putus di Baturagung belum diperbaiki, siswa-siswi terpaksa menyeberang perahu darurat ke sekolah. Jalan tersebut tidak bisa dilalui warga setelah amblas diterjang derasnya air jebolnya tanggul Sungai Tuntang, satu minggu yang lalu, Minggu (9/3/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, GROBOGAN - Aktivitas warga Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, terganggu lantaran jalan utama desa mereka terputus.

Jalan tersebut tidak bisa dilalui warga setelah amblas diterjang derasnya air dari jebolnya tanggul Sungai Tuntang, satu minggu yang lalu, Minggu (9/3/2025).

Jalan yang putus sekitar 20 meter ini masih tergenang air dengan kedalaman mencapai 3 meter.

Akibatnya, aktivitas warga menjadi terganggu, terutama anak-anak yang hendak berangkat sekolah.

Untuk menuju ke sekolah, sejumlah siswa dan siswi Desa Baturagung terpaksa menggunakan perahu darurat yang disediakan oleh relawan.

Jika tidak menaiki perahu, mereka harus memutar sekitar empat kilometer untuk sampai ke sekolah.

Hal ini tentu sangat menyulitkan, terutama bagi para pelajar yang takut dan khawatir terjatuh saat menyeberang.

Salah satu siswi, Dita, pelajar kelas VIII SMP N 3 Gubug, mengungkapkan ketakutannya saat harus menyeberang dengan perahu.

Ia tak punya pilihan lain karena menaiki perahu adalah rute tercepat yang bisa ditempuh ke sekolahnya.

"Deg-degan (naik perahu), kalau memutar lewat Tambakan nanti lama, ada 17 menit selisih waktunya," kata Dita saat ditemui Tribun Jateng.

Dia berharap jalan desa segera diperbaiki agar kegiatan sekolah bisa kembali berjalan lancar dan aman.

"Berharap jalannya diperbaiki tidak kayak gini, karena rawan terjadi kecelakaan," ungkapnya.

Selain itu, Dita juga mengisahkan rumahnya turut tergenang saat banjir beberapa waktu lalu.

Beberapa buku Lembar Kerja Siswa (LKS) miliknya hilang disapu banjir membuat kegiatan belajarnya saat ini terganggu.

"Pelajaran tidak bisa menyimak, kalau berbagi LKS sama teman jadi kurang fokus," ujar Dita.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved