Berita Jateng
Bulog Jateng Serap 60 Ribu Ton Beras, Stok Dipastikan Aman hingga 5 Bulan ke Depan
Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah mencatat penyerapan beras sebanyak 60.513 ton atau sekitar 12 persen.
Penulis: budi susanto | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah mencatat penyerapan beras sebanyak 60.513 ton atau sekitar 12 persen dari target penyerapan beras tahun ini yang mencapai lebih dari 532 ribu ton.
Meskipun harga beras masih berada di kisaran Rp12.500 per kilogram dan harga gabah di angka Rp6.500 per kilogram sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah, Bulog mengklaim serapan beras dan gabah masih akan meningkat.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jateng, Sopran Kenedi, berujar penyerapan akan terus dilakukan guna mendukung ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Baca juga: Kisah Pilu Korban Banjir di Grobogan, Gabah Hasil Panen Hanyut Tersisa 10 Kg Beras
Sopran juga menanggapi target pemerintah pusat yang mematok serapan beras secara nasional mencapai lebih dari 2 juta ton.
Untuk itu, Bulog terus melakukan percepatan penyerapan melalui berbagai strategi.
“Kami terus melakukan monitoring serapan dan mempercepat prosesnya dengan menambah alat pengeringan serta menjalin kerjasama dengan penggilingan padi di berbagai daerah,” katanya saat ditemui di Pemprov Jateng, Jumat (21/3/2025).
Beberapa daerah sentra produksi yang menjadi fokus penyerapan antara lain Kabupaten Tegal, Brebes, Grobogan, Demak, dan Pati.
Menurutnya, kualitas beras yang diserap juga semakin baik, berkat edukasi kepada petani seperti penerapan panen tepat waktu.
Menanggapi kondisi cuaca ekstrem dan banjir yang sempat melanda beberapa wilayah di Jawa Tengah, Sopran menegaskan dampaknya terhadap produksi padi tidak terlalu signifikan.
“Banjir memang terjadi, namun hanya berdampak pada sekitar 16 ribuan hektare. Yang lebih terdampak justru petani yang tidak bisa menanam kembali, bukan pada produksi secara keseluruhan,” jelasnya.
Ia memastikan bahwa Jawa Tengah dalam kondisi surplus beras pada periode Maret hingga April 2025.
“Stok beras di Bulog saat ini mencapai 228 ribu ton. Dengan penyaluran rutin sekitar 40 ribu ton per bulan, stok ini cukup untuk lima bulan ke depan,” tegas Sopran.
Baca juga: Hindun Anisah: Bulog Harus Tanggung Jawab Adanya Beras Impor Ratusan Ton Berkutu
Imbauan untuk Tidak Panik Buying
Mengakhiri keterangannya, Sopran mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam berbelanja kebutuhan pokok, khususnya beras.
“Masyarakat tidak perlu khawatir, tidak perlu panic buying. Stok pangan kita di Jawa Tengah masih sangat mencukupi dan hingga saat ini tidak ada wacana impor,” imbuhnya. (*)
| Gubernur Luthfi Butuh Keterlibatan Mahasiswa dalam Pembangunan Jateng |
|
|---|
| Pemprov Jateng Bangun Kemandirian Ekonomi Santri Melalui Koperasi |
|
|---|
| BREAKING NEWS Jasad Bayi Membusuk Terbungkus Seprai Ditemukan di Lemari Kamar Kos Tegal |
|
|---|
| Tekankan Ekonomi Kerakyatan, Ahmad Luthfi Minta Bank Jateng Prioritaskan KUR |
|
|---|
| Ratusan Jemaah Haji Jateng Mundur dari Kuota 2026, Faktor Menunggu Saudara Jadi Alasan Utama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Pemimpin-Wilayah-Perum-Bulog-Kanwil-Jateng-Sopran-Kenedi.jpg)