Berita Banyumas
Polisi Usut Dugaan Penganiayaan Pekerja Asal Banyumas Yang Diduga Dilakukan Majikan
Satreskrim Polresta Banyumas masih mendalami dugaan penganiayaan oleh majikan yang dialami warga Banyumas, Jawa Tengah.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Satreskrim Polresta Banyumas masih mendalami dugaan penganiayaan yang dialami oleh seorang pekerja asal Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas ramai beredar di sosial media.
Dalam video yang beredar di akun bernama @ahmadsahroni88 menuliskan caption "ini si kecil tinggal di Banyumas, Jawa Tengah tepatnya desa tanggeran RT 3 RW 3, Kecamatan Somagede.
Dugaan Majikan tinggal di Pulogadung Jakarta Timur.
Baca juga: Dini Hari Bawa Kabur Bayi Majikan, Motif ART Ini Terungkap, Bukan Dendam
Video tersebut sudah disukai sebanyak 12.1 ribu dengan 502 komentar dan 201 dibagikan dan dilihat 136 ribu.
Si pemilik akun meminta tolong akan perhatian bapak polisi jemput bola hal tersebut dengan menandai akun instagram @kapoldametrojaya @humas_poldajateng.
Kasatreskrim Polresta Banyumas, Kompol Andryansyah Rithas Hasibuan mengatakan personel dari Satreskrim sudah berada di lokasi.
"Dari video viral di ig melakukan pengecekan informasi itu, tadi pagi betul ditemukan itu dan korban sekitar usia 25 tahun.
Saat ini dibawa ke RSUD Banyumas, dan kita berkoordinasi dengan Polres Jakarta Timur.
Inisial korban adalah S (25)," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (21/3/2025).
Terkait status dan pekerjaan korban masih didalami oleh pihak kepolisian.
Dalam narasi yang dijelaskan di dalam video mengungkapkan korban telah bekerja selama 2 bulan di Jakarta.
Korban dalam video tersebut nampak babak belur dan lebam di area mata dan bibir.
Baca juga: Tampang EH Asisten Rumah Tangga Yang Bawa Kabur Anak Majikan Setelah Terima Gaji
Kondisi telinga yang hampir patah dan kedua tangan yang bengkak.
Bahkan gigi dan korban juga mengalami patah dan mengalami luka di bagian kepala.
Dalam video itu si korban bahkan dikatakan pulang sendiri menggunakan ojek. (jti)
| Pedagang Tahan Stok, Harga Bright Gas Naik Bikin Pelaku Usaha di Purwokerto Mulai Waswas |
|
|---|
| Petugas Lapas Narkotika Purwokerto Komitmen Bebas Halinar |
|
|---|
| Rumput Alun-alun Purwokerto Dibuka Lagi Setelah 7 Tahun, Warga Bisa Duduk Santai, Tapi Ada Syaratnya |
|
|---|
| Harga BBM Naik Buat Warga Purwokerto Resah, Pengeluaran Harian Terancam Membengkak |
|
|---|
| Menko Pangan Tekankan SPPG Bukan Sekadar Bisnis Tapi Misi Gizi Bangsa: Untung Seribu Masih Untung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Warga-Banyumas-diduga-dianiaya-majikan-yang-tinggal-di-Pulogadung-Jakarta-Timur.jpg)