Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pati

Tabrakan Kapal, Seorang Nelayan Tradisional di Pati Tewas Tenggelam

Pada Jumat (28/3/2025), jasadnya ditemukan terjepit di antara mesin dan badan kapal yang tenggelam.

Tribun Jateng/Istimewa
EVAKUASI JENAZAH: Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah Warsito (35), warga Dukuh Slempong, Desa/Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jumat (28/3/2025). Warsito tewas tenggelam setelah mengalami tabrakan kapal di perairan Banyutowo, sekitar 800 meter dari Sungai Alasdowo, Dukuhseti, Pati, Kamis (27/3/2025) siang. (DOK. SATPOLAIRUD POLRESTA PATI) 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Nasib nahas dialami Warsito (35), warga Dukuh Slempong, Desa/Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati.


Nelayan tradisional tersebut tewas tenggelam usai mengalami kecelakaan laut.


Pada Jumat (28/3/2025), jasadnya ditemukan terjepit di antara mesin dan badan kapal yang tenggelam.

Baca juga: Mayat Laki-Laki Bercelana Dinas PSDA Ditemukan Mengapung di Sungai Pati, Identitas Belum Diketahui


Sebelumnya, dia mengalami kecelakaan di perairan Banyutowo, sekitar 800 meter dari Sungai Alasdowo, Dukuhseti, Pati, Kamis (27/3/2025) siang. 


Kapal Garut Bukur yang dia naiki bertabrakan dengan KM Mas Biru GT 3. Keduanya merupakan kapal nelayan tradisional.


Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan menjelaskan, kejadian bermula saat KM Mas Biru GT 3 yang dinakhodai oleh Hasyim Mustopa (37) sedang dalam perjalanan pulang dari melaut menuju dermaga TPI Banyutowo. 


Ketika mendekati muara Sungai Alasdowo, kapal tersebut menabrak Kapal Garut Bukur yang sedang menangkap kerang. 


"Jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari," jelas Hendrik. 


Akibat tabrakan tersebut, Kapal Garut Bukur mengalami kerusakan dan kebocoran. 


Setelah tabrakan, Hasyim Mustopa berusaha memberikan pertolongan dengan melemparkan tali kepada korban, yakni Warsito. 


"Upaya penyelamatan dilakukan, namun korban tenggelam beserta kapalnya," ujar Hendrik.


Seorang saksi mata, Munawi (46), yang merupakan Anak Buah Kapal (ABK) KM Mas Biru GT 3, menyatakan bahwa mereka telah berusaha mencari korban bersama nelayan lain yang berada di sekitar lokasi. Sayang, upaya mereka tak membuahkan hasil.


Kejadian ini kemudian dilaporkan kepada koordinator nelayan setempat, Giyono, yang selanjutnya menghubungi Satpolairud Polresta Pati.


Kompol Hendrik Irawan mengungkapkan bahwa Satpolairud Polresta Pati langsung berkoordinasi dengan Tim SAR untuk mencari korban.


Tim SAR gabungan pun dibentuk.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved