Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Gegara Makan Sambel Krecek dan Rendang, Puluhan Warga Klaten Tumbang Diduga Keracunan

Usai makan di acara halal bihalal dan wayang kulit, 64 warga Klaten alami gejala keracunan. 24 dirawat, sisanya jalani rawat jalan.

TRIBUN JOGJA/ DEWI RUKMINI
WARGA KLATEN KERACUNAN MAKANAN - Pegawai dari Kecamatan Gantiwarno, Puskesmas Gantiwarno, Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah terlihat mendampingi warga yang mengalami keracunan makanan, Senin(14/4/2025). Kasus tersebut diduga bermula ketika warga menghadiri acara Halal Bihalal yang dilanjut pagelaran wayang kulit di rumah salah satu warga Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten 

TRIBUNJATENG.COM, KLATEN – Acara halal bihalal yang digelar warga Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, Jawa Tengah, mendadak berubah jadi kepanikan massal.

Sebanyak 64 warga dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan setelah menyantap hidangan dalam acara tersebut.

Peristiwa ini diketahui terjadi usai kegiatan halal bihalal yang dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit di rumah salah satu warga, Sabtu (12/4/2025).

Beberapa hidangan seperti nasi, sambel krecek, dan daging rendang disajikan kepada sekitar 200 warga yang hadir.

Namun satu hari setelahnya, keluhan mulai bermunculan.

Gejalanya beragam, mulai dari sakit perut, mual, muntah, diare, demam hingga lemas.

Semakin banyak warga yang mengeluh sakit pada Senin (14/4/2025).

“Awalnya hanya beberapa, tapi pagi harinya langsung melonjak. Kami langsung kirim tim medis ke lokasi,” ungkap Kepala Puskesmas Gantiwarno, Andi Markoco.

Mobil ambulans terlihat hilir mudik menjemput warga yang kondisinya melemah.

Beberapa langsung dibawa ke Puskesmas Gantiwarno dan RS Bagas Waras.

“Dari total 64 pasien, sekitar 24 orang harus dirawat inap. Sisanya cukup menjalani rawat jalan,” jelas Kabid P2P Dinkes Klaten, Hanung Sasmito Wibawa.

Hanung menyebut korban berasal dari semua kelompok usia: anak-anak, dewasa, hingga lansia.

Saat ini pendataan usia korban masih berlangsung.

Pihak puskesmas juga sudah mengambil sampel sisa makanan yang tersisa untuk diteliti. Dugaan awal mengarah pada makanan yang disajikan saat acara.

“Kami masih periksa lebih lanjut makanan yang diduga jadi pemicu. Sampel sudah dibawa untuk uji laboratorium,” terang Andi.

Hingga Senin malam, Puskesmas Gantiwarno masih membuka layanan darurat dan rawat inap 24 jam, bersiaga jika ada warga yang kembali mengeluhkan gejala serupa.

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved