Berita Regional
10 Mahasiswa KKN UNG Terseret Arus Sungai, 2 Tewas dan 1 dalam Pencarian
Kejadian nahas menimpa 10 mahasiswa Jurusan Teknik Geologi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang sedang menjalani program KKN.
TRIBUNJATENG.COM, GORONTALO – Kejadian nahas menimpa 10 mahasiswa Jurusan Teknik Geologi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang sedang menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Mereka terseret arus sungai di Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Selasa (15/4/2025).
Hingga Selasa malam, tujuh orang telah dievakuasi, dua mahasiswi meninggal dunia, dan satu mahasiswi masih dalam pencarian.
Baca juga: Pamit Ambil Bambu, Lansia 76 Tahun di Pati Tewas Terseret Arus Sungai Sejauh 5 Kilometer
Para mahasiswa ini diketahui sedang mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Dunggilata.
Berdasar akun Instagram yang mereka buat khusus untuk program ini, @kknmbkm.dunggilata2025, berikut identitas korban terseret arus sungai:
Korban meninggal
- Alfateha Ahmadi, asal Ratatotok
- Sri Magfira Mamonto, asal Inobonto, Sulawesi Utara
Korban selamat
- Fiqri Fariz Pakaya, sudah dievakuasi, mengalami luka bagian kepala,
- Risman Ahmad, dalam proses evakuasi Tim SAR. Asal Taliabu, Maluku Utara
- Nirmawati M, dalam proses evakuasi Tim SAR. Asal Gorontalo
- A. Firli Aprilio, dalam proses evakuasi Tim SAR. Asal Upay Kotamobagu, Sulawesi Utara
- Lisdawati L, dalam proses evakuasi Tim SAR. Asal Kabupaten Dutuno, Buol, Sulawesi Tengah
- Sukirman, dalam proses evakuasi Tim SAR. Asal Kambani, Banggai Kepulauan
- Alief Sandhie, dalam proses evakuasi Tim SAR. Asal Isimu, Gorontalo
Masih dalam pencarian
- Regina Malaka, asal Buntulia, Kabupaten Pohuwato
Dalam program ini mereka mendapat pendampingan dari dosen pembimbing lapangan I Dr Yayu Indraiti Arifin dan dosen pembimbing lapangan 2 adalah Ayub Pratama Aris MT.
Yoan Achril Babyonggo, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bone Bolango mengatakan, dua korban meninggal dunia yaitu Alfateha Ahdania Ahmadi berasal dari Ratatotok dan Sri Maghfira Mamonto dari Inobonto, Sulawesi Utara.
"Mahasiswa yang terluka adalah Fiqri Fariz K Pakaya berasal dari Kuala besar Kecamatan Paleleh, Sulawesi Tengah," katanya dihubungi Selasa malam.
"Risman Ahmad berasal dari Taliabu Maluku Utara," katanya dihubungi Selasa malam.
Di awal unggahannya sekitar 6 pekan lalu, mereka mengunggah program mereka yang memulai dengan semangat kolaborasi.
Mereka menulis bahwa mereka hadir untuk mewujudkan tema besar "Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Kemandirian Kesehatan di Kawasan Teluk Tomini" melalui penguatan sektor pertanian lokal yang berkelanjutan, pengelolaan tambang rakyat berbasis konservasi, dan upaya pelestarian lingkungan pesisir Teluk Tomini.
Pada unggahan mereka juga menulis kalimat "sebagai generasi penerus bangsa, kami percaya bahwa perubahan dimulai dari langkah kecil yang berdampak besar. Mari bersama-sama menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat dan lingkungan."
| Kisah Tukang Becak Angkut Bupati Berharap Dibayar Rp100 Ribu Kecele Ternyata Cuma Dapat Rp25 Ribu |
|
|---|
| Dua Bocah Tewas Tenggelam di Kolam Bekas Galian, Polisi: Ada Pasir Isap |
|
|---|
| Dodi Tewas Dianiaya Setelah Dituduh Curi Buah Matoa, Ayah: Anak Saya Diperlakukan seperti Binatang |
|
|---|
| Lapor Pelecehan Seksual Malah Dibui, Kisah Pilu Pegawai Magang BUMN yang Terjerat UU ITE Atasannya |
|
|---|
| Danke Rajagukguk Diperiksa Kejagung Buntut Kasus Amsal Sitepu, Ini Sosok Penggantinya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-tenggelam_20160715_000054.jpg)